Kamis, 09 Agustus 2012

BUNDA.. :* :* (Renungan)

Bundaaa...
(padahal biasanya panggil mama) Biar keliatan Gaul aja -__-




Hahahha. Harap Maklum..

Beres-beres rak buku, tiba2 nemu kertas yang warnanya kelabu, terlipat sangat rapi. Penasaran, perlahan saya baca..
Awalnya hanya ingin saya jadikan renungan atau pelajaran untuk saya sendiri tapi tak ada salahnya untuk saya bagi pada kalian.
Di kertas itu tertuliskan sebuah cerita pendek yang bermakna luas mengenai kisah cinta seorang ibu mungkin sudah ada yang pernah mendengar tapi jujur cerita ini menyentakku.

"Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisnya. setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek lusuh, beliaupun membaca isi kertas yang ditulis oleh sang anak.

Untuk memotong rumput.. Rp 5.000,00-
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini.. Rp 5.000,00-
Untuk pergi ke toko disuruh ibu.. Rp 3.000,00-
Untuk menjaga adik waktu ibu berbelanja.. Rp 5.000,00-
Untuk membuang sampah.. Rp 1.000,00-
Untuk nilai tugas yang bagus.. Rp 3.000,00-
Untuk menyapu halaman.. Rp 3.000,00-
Jadi jumlah utang ibu minggu ini Rp 25. 000,00-

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. berbagai kenangan terlintas di benak beliau. Lalu sang ibu mengambil pulpen, membalik kertas dan menuliskan sesuatu.

Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu.. Gratis
Untuk semua malam ibu menemanimu.. Gratis
Untuk membawamu kedokter dan mengobatimu.. Gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurusmu.. Gratis
Kelau di jumlah semua rasa cinta ibu kekamu..
GRATIS..
Anakku, Semua Mainan, Pakaian, Makanan, Rumah, Buku.
yang kau punya itu Gratis.
Kalau kau menjumlah semuanya hasilnya GRATIS.."

Hari itu juga, saya tertegun!
Untuk semua baju yang kukenakan ini, Pernahkah sekali saja membelikan ibuku baju? dengan uangku sendiri?? TIDAK PERNAH!
Pernahkah aku membayarkan pembelian kebutuhannya? TIDAK!!
Saya hanya bisa memintanya membayarkan semua belanjaanku di Mall!
Entahh..
saya bingungg. bagaimana cara membalasnya..
Bagaimana cara mengganti semua kesedihan, air matanya, semuanya..

yang saya bisa lakukan hanyalah Berdo'a..

"Tuhan, berikanlah orang tuaku umur yang panjang! Jadikanlah aku sosok kebangganaan mereka bukan malah menjadi Aib bagi mereka! Tuhan, Panjangkan umurku, tuluskan hatiku, Ridhoi aku.
karena aku berharap, entah itu kapan. yang jelas suatu saat nanti...
AKU PASTI AKAN MEMBUAT MEREKA BANGGA PADAKU, DAN TAK MENYESAL MEMPERLIHATKAN DUNIA PADAKU"

Ayahh..
Ibu..
AKU MENCINTAIMU :* :* :*
You are my Everything..

Pertanyaanku "setidaknya sudah kah kamu, menunjukkan rasa cintamu pada mereka? minimal mencium pipi mereka yang sudah mulai menua? atau setidaknya memeluk mereka hari ini??

Hope you like it.
Thank's to visited :* :* :* :*

7 komentar:

  1. dehh sedihnya tawwana... like it

    BalasHapus
  2. hehheh. iye kakak. saya saja pas baca itu kertas tertegun ka.

    BalasHapus
  3. hahha sa suka yg ini ...... tifah de best ;)

    BalasHapus
  4. hehhehe. seneng kakak kita suka :)

    BalasHapus
  5. haha iya.. syukurmi itu klo senangki :D

    BalasHapus
  6. sedihnya de' :'( batal ki ine puasa ku nangis :'( huaaa

    BalasHapus
  7. Kak rinha : hehheh maaf kan ka kakak -__- kasihh makruh puasa ta. tapii kalo nangis karena ortu kayaknya maklum ji yme..

    BalasHapus