Sabtu, 22 September 2012

METAMORFOSIS TIFA

Tifa, Nurul Latifah Nurdin.
Nurul Latifah zaman dlue, tifa yang paling gampang nangis, paling gampang tersinggung, dipukul dikit udah nangis, disentuh lukanya naangis, di jewer nangis.
Dulu kehidupannya sebelum TK di Malili, ngapernah bisa lepas dari Malili, tapi sekarang mungkin sudah hampir genap 10 tahun tifa nga ke Malili.

Sosok yang malah manggil tante dengan panggilan "Mama". ehh ,malah mama kandungnya dia panggil "tante" aduhh.

Sekarang, Tifa udah gede'. udah pintar bikin blog, buat entri-entri keren yang alhamdulillah banyak yang suka.
yang padahal dulu buang ingus aja harus dibantu tante.
yang kalo jatoh luka terus nangis, yang paling panik tante, karena takut di marain ma nenek'.

Yang dulu sakking sukanya sama kucing, rumahnya tifa yang di malili penuh dengan kuburan kucing di samping rumah.

Tifa sekarang udah kenal yang namanya jatuh cinta, udah mulai belajar bentuk karakter pribadi. sempat jadi sosok karakter yang sangat tertutup sekarang seiring berjalannya waktu mulai terbuka, walaupun karakter tertutup itu terkadang masih lebih banyak di banding karakter terbuka ku.

Tifa yang mulai kenal pacaran, punya pacar, nangis, galau, mau move on, nyari pacar. nyari gebetan. dan alhamdulillah udah ketemu :) :* mmuuaaacchh..

Sekarang lagi nyari tujuan hidup, nyari bakat, nyari hal apa yang paling Tifa senengin, paling minati, yang jlas pasti bukan bidang olahraga.

Metamorfosis akan terus terjadi ke Tifa, dan hanya tifa saja yang bisa menentukan apakah metamorfosis itu akan berakhir sempurna ataukah cacat. Metamorfosis itu juga akan terus memberi tifa pelajaran, dan kisa tersendiri untuk dikenang nantinya.
Sekarang, hanya orang-orang terdekat tifalah yang bisa menentukan sesempurna apakah Metamorfosis ini.
ataukah mungkin gagal.

Cuma bisa berharap, setiap perbubahan yang terjadi ketifa tidak akan pernah mengurangi rasa sayang orang terdekat tifa.




3 komentar: