Sabtu, 20 Oktober 2012

Catatan harianku, 20 oktober 2012

 Basah, tetesan air ini pelahan-lahan membasahi setiap titik di kelopak mataku, waktu terus berjalan, tetesan air mata ini tak terbendungkan, tetesan ini semakin menjamah pipiku, air mata ini tak terbendungkan keluar deras saat mendengarkan puluhan lontaran kata sahabatku yang emnatapku dengan risih.
    Semakin lama kesedihanku semakin menjadi, aku tak marah pada mereka, aku tak marah pada sahabatku, aku marah pada diriku, pada hidupku, pada semua kebodohanku, terlalu tolol memang kalo aku beranggapan bahwa mereka tidak memperhatikanku, mereka jelas memperhatikanku dengan seksama, setiap tingkahku, gerak-gerikku, bahkan segala hal yang tak pernah ku pikirkan.

"Tifa, Nda enakka dengar ki, semua teman kelasku nda suka ko, selalu ka na tanya- tanya, bagaimana itu orangnya latifah nah? kenapa begitu sekali? kenapa lebay sekali? kenapa alay sekali? setiap jalan, itu jalannya kayak dia buat-buat. itu rambutnya dia lempar-lempar terus?"

hal yang pertama ku pikirkan saat mendengar kata itu, aku tak tahu kenapa mereka begitu memperhatikan setiap tingkah ku, aku tak pernah sibuk dengan gaya mereka, aku tak pernah menghina tingkah laku mereka, aku tak pernah meledek mereka catokan bahkan mencurly rambutnya. aku tak pernah!! tapi kenapa? kenapa hanya gerak-gerik langkahku? yang sudah dari lahir ini mereka repotkan? kenapa? sejelek itukah aku dimata mereka?. aku tak pernah membuat-buat cara jalanku, beginilah aku, Tifa yang sering bertingkah, berlagak.
Aku tak pernah ingin cari tahu siapa mereka yang membenciku, sama sekali tak ada niat untuk menegur mereka, memarahi mereka, membela diri. Aku hanya bisa menangis, hanya itu.
Aku tidak pernah melampiaskan amarahku dengan teriakan jika memang itu urusan serius, aku akan lebih memilih menangis, bagiku tangisan lebih baik dari pada memarahi mereka, tangisan lebih menenangkanku dari pada mengeluarkan kata-kata kotor dan memberontak di depannya.
yang perlu mereka ketahui, jika memang aku seburuk yang kalian pikirkan, Pikirkanlah baik-baik, karena jika memang aku buruk, sudah dari awal aku memberontak didepanmu, bukan menangis memendam sakitku sendiri di belakangmu. asal kau ketahui, aku tak ingin mengetahui siapa orang yang mengatahi bahkan memebenciku, kenapa? karena aku ingin jika kelak kita bertemu, berteman, aku akan lebih mudah akrab denganmu, tanpa mengetahui bahwa engkaulah orang yang dulunya menjelek-jelekanku.
ketahuilah, diriku, tidak seburuk kesan pertamamu menilaiku.


6 komentar:

  1. dehhh sekejam itu kah mereka ?
    dehhh sedendam itukah mereka ?

    astagaaa.. knapa smua orang yang liatki bgtu nahh ? apa maunya ?

    bgni saja.. kita sabarmi dlo.. janganki jadi orang lain klo dituduh bgtumii.. tetapki jadi dirita sendri... tetapki tegarrr... tetap semngatt.. abaikan kata kata jelek diluar sana... saya tau tifahh itu orangnya baikk ^^

    BalasHapus
  2. bsok dtg ko ke sekolah ku nah tifa, sma chara, ada fancy fair ;)

    alif

    BalasHapus
  3. kak irfan : iye kakak, semua teman kelasku yang liat ka nangis cuma bisa bilang, sudahmi latifah iri itu, sampe ada yang bicara kotor, SDL itu, enjiing cantik bagaimana ko setang, sampe ko kasih begini temanku tolo! yang mana kah latifah AP berapa? setan, kalo saya jadi kau toh ku majui, sok ke cakepan sekali Tell.

    HAHHAHAH frontalku -___-

    BalasHapus
  4. Alif : hah? tawwa, dalam rangka? ahh. todak ada undangan belah, nanti di depak ka kodong :(

    BalasHapus
  5. Deeeh kak:''''''( masih lebiih parah kisahku dri kita kak:''') tptp lama" sy sudah biasa klo merekamereka bilangi ato ceritaika yg salah ato yg jelek". KEEP STRONG JA' KAK. JDI KITA JUGA HARUS ITU!;)

    BalasHapus
  6. hehehe. iye adek keep strong jka, dan alhamdulillah banyak ji orang dibelakangku yang supportka :D

    BalasHapus