Jumat, 26 Oktober 2012

Ceritaku, THANKS HATER

HATER, pembenci, yah, bagi beberapa orang hater adalah musuh, tapi yuk baca kisah dibawah ini, dan pelajarilah, hater itu bukan musuh tapi teman terbaik!!
Sahril, seorang cowo, yang sedikit melambai, berkulit putih, mata tajam, cerdas berRetorika, baik, lucu, gila, dan sedikit aneh (Suka joget2 rusuh)

SD INP MACCINI SOMBALA, tahun 2006.
     "ko sudah liat itu anak pindahan dari sd cendrawasi yang mirip cinta laura".
yah sahril orang pertama yang ngasih julukan cinta laura yang langsung tersebar seantero sekolah, dan virus ini ternyata masih dia bawa ke SMK 1 Makassar.

SMP N 18 Makassar, tahun 2009.
Kelas 7. (7-1)
Sahril menjabat sebagai ketua kelas dan berhak mengatur kita seisi kelas, disini hubungan ku dengannya cukup akrab, suka sharing bareng, jajan bareng, ketawa-ketawa bareng, main bareng, dihukum bareng, ke BK bareng, bahkan foto bareng.

Kelas 8.
Sahril duduk di kelas 8.9 sedangkan tifa 8.1, disini komunikasi masih bagus, walaupun jarang, disini sahril nyandang status Ketua Osis.

Kelas 9.
Aku duduk di kelas 9.1, sedngkan sahril 9.8.
EVERYTHING CHANGE, Entah atas dasar apa, Sahril berubah jadi sosok yang anti banget sama Nurul Latifah Nurdin. Sangat benci, puluhan lontaran kata-kata kejam jadi makanan sehari-hariku, dia dan teman genknya tidak menyukaiku kecuali Muh. haidir agun, dan Nanda.
"Aduh, ada yang bau weh! ahh pantas adai" tatapnya sinis membuang muka.
"Aduhh minggir ko nah, nda sudih ka bersentuhan dengan cinta laura gatala!!" katanya memecahkan keheningan. Sangat lantang.
"Cinta laura gatala" ucapnya yang terdengar dari kejauhan.
"Cinta lorong, astaga minggir ko nah!!" katanya diikuti tatapan tajam.
(memperhatikan dari atas sampai bawah) "Astaga, begini model? najis!"
 semua cibiran itu kuterima selama setahun penuh. entah itu dari sahril dengan mulutnya, atau dari tingkah meledek teman-temannya anak HC (high class) nama genknya.
seing aku sengaja menghindari pertemuan dengannya, jarang kekantin yang dimana sering sahril dkk tongkrongi, sempat beberapa kali ku tanyakan ke Muhammad Haiidir agun alasan sahril membenciku, namun jawbannya selalu sama.
"Nda tau juga Tifa, nda tau itu sahril, eh, nda semua ji nah anak hc begitu, saya nda, berterima kasih ko juga sama nanda, ka biasa ko na ambil-ambilkan. selalu na marai sahril, na bilang apa tawwa salahnya latifah, nda pernah ji juga na ganggui HC, sekian lama kau kata2in nda pernah ji nyolot, intinya toh latifah sabar mko saja, ko taumi lah bagaimana sahril".

PERPISAHAN SEKOLAH 2012
#ngobrol di lobi bersama guru bahasa indonesia atau kordinator acara perpisahan.
"latifah, kau kenapa kau baru muncul! dari kemarin ko saya cari-cari! kenapa malas sekali ko ke sekolah kah? anak kelas 3 ku hubungi semua, ku tanya dimana ko, ahh, eehh, anak-anak yang lain ku suruh jadi MC nda ada pi menyanggupi, ini yang kelas 2 susah di ajar." ibu Roslyah
"ih ibu, ku tanyaki temanku yang lain, bilang ada mi MCnya acara perpisahan atau belum, na bilang ada mi kayaknya, NANDA sama SAHRIL, jadi nda mengajukan diri mka, ini saja menghadap ka cuma mau minta izin Isi acara Stand up comedy ibu." tifa
"sudah, begini saja, ko siap tidak jadi MC?" ibu Roslyah
"insya alllah sanggup jka ibu, kalo itu yang kita mau"Tifa
"ok!! 1 MC utama, yang anak kelas 2, dan 2 MC hiburan, kau sama sahril!" ibu roslyah
"*nganga*" tifa

Yah sepanggung dan di tuntut bekerja sama dengan orang yang selalu menyindirmu itu bagaikan kiamat kecil bagiku, ku pikir serusak apakah acaranya nanti? tapi untuk mundur? aku sudah tidak bisa, aku sudah terlanjur menyanggupi, ahh, satu-satunya pilihanku adalah berdamai dengan ketakutanku.

Setelah acara, semuanya memang berjalan lancar, walaupun ada sedikit kekakuan dan pertemanan yang dibuat-buat di atas panggung, seolah kami berdua sangat akrab saat di panggung, namun kenyataannya? tidak sama sekali, untuk hal ini, mungkin jika ada mata pelajaran Acting, sahril dan saya sudah dapat nilai A+.

Awalnya kupikir acara perpisahan itu adalah hari terakhir ku bertemu dengan sahril, terpancar sedikit rasa bahagia bisa berpisah dengannya, tapi...

Text message
"Latifah, di SMK 1 ki sahril, ka nda lulus ki di sma 3, sabar ko nah"
Yang ku rasakan seluruh tubuhku LEMAS....

PEMBAGIAN KELAS DI SMK NEGERI 1 MAKASSAR.
"yah, disampaikan kepada seluruh siswa baru untuk setelah upacara berkumpul di depan lobi untuk pengumuman hasil pembagian kelas"
   *Do'a* yah,. Allah semoga tifa masuk AK 1, setidaknya kalo di smp tifa, 71-81-91, semoga di smk juga masuk ak 1, aminn...

"Kelas 1 akuntansi 1 ..(beberapa nama telah disebutkan..), 25. Sahrill.."
" ya allah, jangan mki!! ku tarek do'aku kodong, jangan mki saya di AK 1! biar mi AK 2 ! ridho ja yah allah, nda marah ja!!"
"29. NURUL LATIFAH NURDIN"
"Jahat ta yahh ALLAH :'("

Seminggu kemudian..
"weh latifah!! kemarin toh Sahril datang cerita-cerita di rumahku, deh astaga, na ceritai bilang satu kelas sama kau, astaga, na bilang "dehh cilakaku agung satu kelas ka sama cinta laura gatala" sahut Muhammad haidir agun yang ku temui di rumah Devi.
"ahh, agun, berita buruk juga kodong bagi saya satu kelas sama dia"
"ahh, sabar mko"

27 oktober 2012..
 hari ini aku sadari, kini Sahril Dan aku sendiri, sudah akrab kembali, kejadian di kelas 9, Sahril dan aku sendiripun tidak pernah mengungkitnya, dan kini kami jadi parter karena terpilih jadi inti kelas, yah, semuanya berjalan begitu saja, pertemanna ini terjalin begitu sederhana, tanpa paksaan, dan semuanya, sudah rukun kembali yang ku ingat kemarin kami sempat makan bakso bareng, sambil cerita tentang makhluk2 tak kasat mata yang berada di smk 1. mungkin beberapa hari setelah terpublikasikannya entri ini,akan ku minta sahril untuk, membacanya, untuk mengingat kisah apa yang sebelumnya pernah terjadi, untuk mengingat serenggang apa hubunngan kami dulu.

Dear Hater, mungkin kalian menghinaku, mencibirku, mencaciku. memang aku marah pada kalian, tapi ketahuilah, dalam hatiku, tak sedikitpun aku ingin membalasnya dengan hal yang sama, aku belajar dari kalian, belajar menjadi lebih baik, belajar kesabaran, belajar lebih dewasa. aku belajar memaafkan, aku belajar untuk tidak menjadi pendendam, aku belajar mengikhlaskan.

Thanks Hater, aku belajar banyak hal, kalian adalah teman sekaligus mentor yang tak terbayarkan harganya.
Dan taukah kalian, disaat kalian menghinaku, mencibirku, disaat yang sama pula aku mendapatkan pahala, dan disaat aku bersabar atas kelakuan kalian, aku mendapatkan pahala yang berlipat.

Sekali lagi terima kasih HATER, kalian sangat, sangat berarti bagiku.

" cibiran, hinaan, adalah pupuk untuk mu agar kau tumbuh lebih baik, dan lebih subur dari sebelumnya"

THE LAST, THANKS HATER :*


setelah sahril siapa lagikah yang bersedia menjadi mentor baruku? pundi-pundi pahalaku? guruku? temanku?
:D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar