Rabu, 05 Desember 2012

Dalam Naskah ini aku tak diizinkan bahagia

"Lusvy, liat deh ternyata kak Jonathan tuh ternyata cakep banget yah?" mataku tak bisa berpaling menatap pria tampan yang berada sekitar 5 meter dari tempat ku saat ini.
"Ahh, lo kemana aja sih? udah seantero sekolahan nyadarin hal itu tau!" Lusvy membalas pertanyaanku.
"Ahh, aku yang terlambat menyadari atau aku yang terlalu jaim untuk menyadari hal itu?" aku tertegun sejenak. Kak Jonathan siswa kelas IPA 12, wajahnya blasteran arab malaysia, hidungnya sangat mancung, kulitnya putih bersih, matanya kecoklatan, dan hal yang paling membuatku jatuh cinta padanya ia sangat ahli memainkan bola orange yang akrab disapa bola basket.
"Woyy, gue yang buta atau apaan, kenapa gue ngerasa kak Jonathan ngehampirin kita yah?" Lusvy membuyarkan lamunanku.
"Apaa?" mendengar perkataan Lusvy sontak, aku dapat mendengarkan dan merasakan jantungku berdetak 10 kali lebih cepat dari biasanya. dan saat kak Jonathan semakin mendekat aku takut ia bisa mendengarkan bunyi detak jantungku.
"Kamu?Ainun kan?" kata pertama yang dilontarkan kak Jonathan saat ia berada tepat didepanku.
apa?  kak Jonathan tahu namaku? dalam waktu sekejap aku tidak bisa merasakan detak jantungku. ohh jantungku lepas.
******

"Lusvy, sumpah demi apapun aku jatuh cinta ma kak Jonathan. ampun deh." bunyi suaraku yang keluar dari ponsel lusvy.
yah,  Lusvy adalah sahabat dekatku, dia merupakan orang yang cukup ku percaya, dan sekarang aku bahkan berani membuka rahasiaku padanya.
"Lo bercanda?, gue tau emang kak Jonathan terlalu ganteng buat nga dicintain, tapi sadar nga sih loh? kak Jonathan itu playboynya Sma 13 tau nga loh!"
"Hah? nga Lusvy, nga mungkin. kak Jonathan itu orangnya baik banget." aku tak mengindahkan ucapan Lusvy, emangnya Lusvy bisa tau kak Jonathan playboy dari mana? pasti cuma dari kabar burung yang beredar. Lusvy cuma belum tau aja kak Jonathan itu gimana.
""Ehh, ellonya nga percaya, terserah deh nun.!"
"Ehh, Lusvy pegang yah nih kata-kata! dalam waktu dekat ini gue akan buat kak Jonathan jatuh kepelukan gue! dan nga akan pernah gue lepas!"
"Ok!  asal loh senang gue juga bakalan ikut senang kok Ainun." kata-kata terakhir itulah yang ku dengar sebelum ku mematikan sambungan telephone. Sekarang saatnya kita buktiin kekuatan magis cinta Ainun bakalan berhasil ataukah gagal membuat sosok Jonathan yang kece cettar membahana itu terperangkap dipelukannya.
******

"Kak Jonathan kok bisa mahir banget sih main basketnya?" kini pria tampan itu berada tepat disampingku, sangat dekat denganku, aku bahkan bisa mencium wangi parfum yang dikenakannya saat ini, baunya saja sangat mengairahkanku, aku benar-benar ingin menaklukanmu Jonathan! oh Jonathan.
"yah, nga jago-jago amat sih dek, adek aja yang berlebihan. kakak nga bisa nyumbang piala apa-apa selain piala basket buat sekolah" mata kecoklatan itu menatapku. sungguh hidungnya yang mancung itu menutupi setengah dari mata kanannya.
"Ahh, itu udah hebat banget loh kakak, aku aja belum bisa nyumbang piala apa-apa buat sekolah. yah aku kan cuma bisa buat pelanggaran." jawabku diselingi tawa kecil
"hahhaha. dek Ainun lucu deh, ehh, adek kan baru sekitar 5 bulan sekolah disini masa sih udah harus langsung nyumbang piala. aduuh, yah dimaklumin lah dek"
"hahhaha. kakak. bisa aja deh" aku menatapnya dalam waktu beberapa menit mata kami bertemu, dan dalam waktu yang sama jantungku lepas untuk kedua kalinya dengan alasan yang sama "Karena Jonathan".
*****

"Dek Ainun, kakak lagi bete nih dirumah, pengen banget jalan, temenin kakak yah?, kita jalan-jalan ke pinggir pantai yuk?"
Glekk. aku tertegun. sosok Jonathan? yang dieluh-eluhkan di sekolah? sekarang tiba-tiba menelpon ku dan memintaku untuk menemaninya. apakah ini ngedate? ataukah hanya jalan-jalan biasa?.
 aku tak menyangka, sangat tak menyangka, hubungan ini sangat direspon baik oleh kak Jonathan. sekuat itukan magnet cintaku menarik sosok Jonathan. ohh tuhan, kau sungguh baik padaku!!
"Hello? Dek Ainun nga bisa pergi yah?" suara kak Jonathan membuyarkan lamunanku.
"Ahh. mau kakak! mau banget!" Bodohh! Ainun bodoh! kok ello jadi murahan gini sih? aduuh. "Ahh, iya nih kakak, Ainun juga lagi bete banget dirumah! suntuk! jadi butuh hiburan". syukurlah aku bisa meralat perkataanku segera.
"Ok. kakak kerumah kamu 30 menit lagi yah?"
"Siipp Kakak, dandan yang ganteng yah kakak" tanpa dandanpun kak Jonathan akan tetap terlihat tampan.
*****

Hari ini sangat menyenangkan, dihari minggu ini aku sudah menghabiskan sekitar 5 jam penuh bersama kak Jonathan. aku sangat bahagia. Tuhan, akankah hari ini kami menyatu? akankah senja menjadi saksi cintaku bersama kak Jonathan dihari yang sudah menuju gelap ini?. dimana matahari sudah bergegas ketempat peristirahatannya?.
"Dek? Ainun? "
"ia kakak Natan?"
"Kamu cantik dek" kata-kata yang keluar dari bibir kak Jonathan yang terbelah itu membuat satu garis lurus merah dipipiku, aku tersipu malu.
"Kak Jonathan tuh yang kelewat ganteng."
"Dek, adek udah punya pacar?"
"Ahhh belum kak, udah sekitar 3 bulan ini melajang" pikiranku menebak-nebak, kok kak Jonathan bahas-bahas ginian sih? seluruh tubuhku gemetar. dan hanya satu pertanyaan yang timbul dipikiranku saat itu "AKANKAH KAMI BERSATU DALAM IKATAN PACARAN?"
"adek, udah pernah ciuman?" Tuhan? apa ini kenapa kak jonathan ngebahas hal yang sangat intim, dipinggir pantai yang dingin dan dihadapan senja. ahh. akankah senja menjadi saksi indahnya hubungan ini. aku semakin terbawa suasana yang sangat romantis ini. aku terus terbawa dalam alur naskah cerita yang dibawakan kak Jonathan aku hanya berharap kisah ini berakhir bahagia.
*****

Kak Jonathan mendekatkan wajahnya kewajahku dan dengan suara lembut ia berkata "aku yakin kau belum pernah, bolehkah aku menjadi yang pertama?" aku tertegun, seluruh tubuhku merinding seketika, semua perasaan yang ada dalam diriku tercampur dengan sempurna, suka, malu, takut, semuanya bercampur.
dalam hitungan detik bibirnya menyentuh bibirku. dia memainkan bibirku dengan sangat lembut, aku terbawa suasana dan kubalas ciumannya dengan tempo yang sama. kami berciuman sampai senja benar-benar meninggalkan kami. meninggalkan kami yang benar-benar hanyut dalam suasana, meninggalkan kami yang semakin lama semakin mesra.
*****

Harapan, yah ini semua hanya harapan, dan harapan bisa hancur bukan? ataukah tak sesuai dengan harapan?.
Tuhan memberikan jalan lain padaku.
aku hanya bisa menangis. aku hanya bisa tertegun. aku salah! aku bohoh! aku yang sangat tolol mencintai Jonathan! aku sangat bodoh mengaguminya! dan yang terlebih aklu terlalu bodoh sudah hanyut dalam permainnannya!!
Tuhan bunuh aku.
Tubuhku basah, sangat basah oleh air mata.
"Sudahlah, mungkin ini pelajaran untuk kamu Ainun, kamu jangan terlalu gampang percaya ma Jonathan."
suara itu keluar dari bibir Lusvy,
"Aku pikir, aku akan mendapatkan cintanya Lusv, tapi nyatanya? hanya kekecewaan yang kudapatkan saat ini! aku bodoh lusvy"
Lusvy memelukku, aku membalas pelukannya, aku menangis dalam pelukan Lusvy.

Tuhan tak mengizikan aku bahagia bersama Jonathan, tuhan tak memberikan alur naskah bahagia untukku bersama Jonathan.
Dalam Naskah ini aku tak diizinkan bahagia!


*****

lusvy menepuk pundakku.
"Hey, kemarin emang kamu kemana aja ma kak Jonathan"
"yah, jalan-jalan doang sih Lusv, emang kenapa."
"Ahhh pasti lebih kan? ayoolah cerita Ainun, please!!" Lusvy menyuguhkanku muka yang sangat penasaran, aku tertawa geli melihatnya sangat penasaran.
"Ahh, kepo deh lo Lusvyy"
"Ainun jahat!!!"
"Ahh, ngapain loh jauh-jauh kekelas gue, kayaknya ada yang penting nih."
"Ahh, ini gue dikasih kak Jonathan surat, katanya buat kamu. kayaknya dia malu ngasih langsung deh, aisssh so sweet banget ihh" Kini raut muka Lusvy yang penasaran berubah menjadi sangat menggoda, dan kini aku tak tertarik lagi menertawai raut muka lusvy, kini perhatianku tertuju pada surat ditangan Lusvy.
"Apa isinya"
"Ngak tau, nga berani buka, inikan punya ello, bukan punya gue. ngapain gue lancang buat buka."

perlahan aku membuka suratnya. aku sangat penasaran.
Apakah kak Jonathan nembak gue pake surat yah?
apakah surat ini bentuk rasa sayang kak Jonathan?
Apakah ini surat cinta?



"hai, adek Ainun,

ini aku Jonathan, maaf aku sangat takut memberikan surat ini langsung padamu.
Ainun ini bukan surat cinta, ataukah surat yang berisikan penyataan rasaku padamu.
ini surat permintaan maafku padamu.
terima kasih atas segalanya kemarin, terima kasih kau memberiku kesempatan untuk menjadi orang pertama yang menjamah bibirmu. tapi maafkan aku Ainun.
aku sudah bersama yang lain.
Tahu kak Claris? yah ketua cheers yang sangat cantik itu? yang sekarang sedang ke jakarta untuk lomba cheers?
aku rindu padanya Ainun, aku rindu menjamah bibir Claris, namun apa daya tangerang-jakarta sangatlah jauh. 
maafkan aku Ainun, aku memanfaatkanmu untuk memuaskan hasratku, memuaskan nafsuku.
aku sangat meminta maafmu, dan satu hal, aku tak punya perasaan apapun padamu.
aku hanya menganggapmu pelampiasan nafsu sesaat.
so sorry


Jonathan"

Tubuhku mematung.
Perlahan tanpa disuruh dan tanpa bisa ku cegat, air mataku menguyur sangat deras membasahi pipiku yang masih kering oleh bedak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar