Jumat, 21 Desember 2012

Naskah Pilu


kau yang menyeretku dalam rentetan bait kisah cinta ini, dan kau pula yang membuatku menyesal memasuki sejarah kisah ini.
dimana hatimu? mengapa kau biarkan bidadari kecilmu menangis.
tangisan yang mampu menenggelamkan dirinya dalam kehancuran puing-puing pilu yang siap menggores kebahagiaan dan tawanya.
kau yang awalnya membuatku hanyut dalam naskah percintaan ini tapi dengan santainya kau merusak angan-angan yang sudah menembus angkasa raya.
matra-matra bodoh yang kau ucapkan untuk meluluhkan hatiku, kini musnah dengan sempurna setelah kau memutuskan untuk membuang wayang yang dulunya kau puja-puja.
kau dalang yang dengan mudahnya membuang wayang lama hanya karena wayang baru yang sama sekali tak kau ketahui tetek bengeknya.
kau yang dulunya tak pernah berhenti membuatku sembringan kini berubah menjadi pemeran antagonis yang terus-terusan mengguyur pipiku dengan bulir-bulir tangisan.
semua umpatan, makian, cacian yang ku lontarkan untukmu seakan tidak akan pernah cukup untuk menyadarkanmu, menyadarkanmu yang telah mengibaskan kekecewaan luar biasa dan menorehkan luka mendalam padaku.
mengapa bidadari kecilmu ini tak kau izinkan bahagia?
inikah caramu menyakitiku? inikah cara yang paling memuaskan bagimu untuk menghardikku.
meninggalkanku begitu saja tanpa babibu.
semua perih yang kau torehkan padaku perlahan menjalari tulang-tulang yang ada ditubuhku, membuat organ pelindung tubuhku itu ngilu kesakitan.
diriku kau biarkan terhempas jauh setelah kau terbangkan diawang-awang.
betapa saktinya matra cinta yang kau celotehkan padaku hingga meninggalkan bekas perih mendalam padaku.
kau yang membuat langkah ku terseret-teset karena tak mampu menahan beban sakit yang kurasakan akibat kehilanganmu.
membuatku terpaku ditempat, dan membuat dentingan-dentingan kisah masa lalu itu terputar kembali, dan menuai piluh yang sangat besar dan menghujam diriku dengan sempurna.
inikah caramu menyakitiku?
puaskah engkau mempermainakanku?
kini, akan kah terus kau biarkan wayang lusuhmu ini menderita?
dasar dalang bajingan yang selalu menciptakan masa lalu kelam untuk deretan naskah kehidupan para wayangmu.
harapanku, harapan terakhirku saat ini. melihatmu  binasa!

2 komentar:

  1. beh untuk sapa itu ? syahdunyaaaa >.<''

    BalasHapus
  2. hahhaha. bukan ji untuk siapa2 kakak, cuma bentuk imajinasiku bagaiman perasaanku kalo diputuskan sama pacar.

    BalasHapus