Jumat, 04 Januari 2013

CINTA ITU TERSIRAT

"hay, kenalin teman-teman nama gue Romeo pindahan dari Jakarta, Sman 21 Jakarta" tuturnya didepan kelas dengan mata berbinar-binar membuat semua wanita yang menatapnya terpukau, tak bisa dipungkiri sosok Romeo memang tergolongkan menawan dan mampu membuat wanita yang diberikan kerlipan mata olehnya bersujud-sujud memujanya.
" Wah, dikelas ini, ada siswi yang bernama Juliet loh, kalian mungkinberjodoh yah? " canda Bu Melia di depan kelas, dalam waktu bersamaan ada 2 pasang mata yang menatapnya dengan penuh perhatian pada sosok Romeo.
"oh yah? hehehe"  cerocos pria beralis tebal itu tidak percaya.
"iya Romeo, Juliet itu tuh yang pake bandana abu-abu bangku ke3 dari depan sini" Dalam sekejap mata Romeo Fokus kepada ujungjari bu Melia. Romeo menatap gadis cantik yang ditunjuk ibu Melia, yah benar sesuai dengan namanya Juliet, dia sangat cantik mungkin ada keturunan korea pikirnya.

*****
"ehh, ello Romeo anaknya pak Ahmad kan?"  tanya gadis berambut pirang berparas asli Manado
"iyaaa, Romeo Pratama Surya anak dari Drs. Ahmad Widodo. kamu siapa yah?"  Cerocos Romeo pada gadis cantik dihadapannya.
"aku Cintia Putri Wardana anaknya pak Wardana Pradipta" tegas Cintia
"ahh, kamu toh anaknya pak Wardana, temannya papa. ahh, seneng ketemu kamu, kamu cantik deh Cintia." kata Romeo sambil menyunginggkan senyum mautnya, seraya mencubit kedua pipi Cintia, sayang Romeo buta oleh binar tersipu malu yang tergambar jelas diwajah manis Cintia.
"ahh, Romeo, kamu apa-apaan sih,sakit tau" Tegur Cintia pada Romeo dengan nada manja.
"abiss kamu lucu sihh, ehh, Cintia aku mau tanya dong, Juliet udah punya pacar belum?"
"ahhh, aku kurang tahu Romeo, maaf." setelah menjawab pertanyaan Romeo, Cintia langsung meninggalkan Romeo begitu saja tanpa ba-bi-bu.
Tergambar sebuah luka kecil dihati Cintia, dan jelas saja ia sangat kecewa.
"Bodoh" gertak Cintia dalam hati pada dirinya sendiri.

*****
"Hay, Kamu Juliet kan?" disapanya seorang Wanita berbandana abu-abu yang sedari tadi menyita perhatiannya.
"ahh, iya. lucu yah, nama kita kok bisa kayak Couple yah? kebetulan banget." kata Juliet di ikuti tawa renyah yang membuat Romeo semakin menyukai wanita itu.
"aku harap sih, bukan kebetulan. dan harapanku, kita bisa jadi Couple yang sebenarnya." Romeo menatap dalam pada mata Juliet mencari kenyakinan disana.
"ahh? bisa aja deh!" jawab Juliet diikuti senyum sumbringan.Mata mereka bertemu.
Lagu Adele Someone Like You mengalun tiba-tiba dari  Iphone 3 milik Juliet 
"Ahh. Sorry, tunggu bentar yah" sekitar 30 detik Juliet menerima telephone dan kembali menuju kursi yang sedari tadi menghadiahkannya momen-momen hangat bersama Romeo.
"Sorry yah, Rama nyuruh aku kekelasnya, sampe sini aja yah pembicaran kita, lain waktu kita lanjut. OK?"  kata juliet seraya merapikan semua atribut sekolah yang digunakan tidak lupa membenarkan bandana abu-abu yang sedari tadi melekat dikepalanya.
"Rama itu siapa?" belum sempat pertanyaan Romeo dijawab, Juliet sudah mengambil langkah seribu meninggalkannya.
entah kenapa ada firasat dalam hati kecil Romeo bahwa Juliet sengaja tak ingin menjawab pertanyaannya.

*****
"Cintia, gue seneng banget Cin!" Sapa Romeo pada Cintia yang diikuti dengan curahan hatinya saat menemukan Cintia dikantin.
"Loh kenapa? udah-udah, kita duduk dulu, seneng gue liat ello seceria ini" Cintia menatap mata Romeo tulus. Dalam waktu sekejab Cintia merasa bahagia melihat Romeo sumbringan.
"ahh, Tau nga loh?" Romeo mengajukan pertanyaan yang sangat singkat.
"Bego loh yah!! gue mana tau kali! makanya kasih tau dong, penasaran nih!" cerosos Cintia dengan penuh keceriaan.
"Gue udah jadiaan ma Juliet, seneng banget deh" Jawab Romeo polos.
"Romeo, ,Maaf yah, tiba-tiba aja gue udah kebelet nih, Maaf banget" Cintia menggambil langkah seribu meninggalkan Romeo yang terbengong-bengong melihat punggung Cintia menjauh. rasa panas menyelubungi hati Cintia, perasaan yang membuatnya sangat tidak nyaman yang memaksanya menjerit sambil terisak.

*****
"Romeo, Ello kenapa pindah ke Bandung. emang ada apa diJakarta?" tanya Juliet yang sedari tadi merangkul tangan Romeo.
"Pace gue ada tugas disini, yah karena belum pernah kebandung, gue minta ikut dan pengen netap, kan ada bibi yang tinggal disini."
"Romeo, jalan yuk, sepulang sekolah!"
"Ahh jalan kemana?" Tanya Romeo
"Ke Mall" Jawab Juliet Singkat.
"Apapun untuk tuan putriku" Kata Romeo diikuti ciuman hangat yang mendarat di dahi Juliet.

*****
"Hallo?" bunyi suara dari ujung telephone yang mengagetkan Romeo, tanpa nama, Romeo tersintak kaget, entah mengapa perasaannya tidak enak mengenai hal ini.
"Hallo, siapa yah?" Jawab Romeo pada seorang pria bersuara berat diujung telephone.
"Gue minta loh jauhin Juliet!" Glek, kata-kata itu menyentak Romeo.
"Hah? Siapa kau! Juliet pacarku, apa omong kau menyuruhku menjauhinya, kami saling mencintai" Cerocos Romeo berusaha mempertahankan wanita pujaannya.
"hah? Bodoh!! kau hanya yang kedua! akulah yang pertama! Aku pacar pertama Juliet!" terdengar tawa berat dari balik telephone
"Siapa kau?" tanya romeo untuk kesekian kalinya yang membuatnya gerah.
"Rama!! hah, Idiot! Juliet tuh cuma manfaati ello! Dia yang bilang sendiri ke gue. tapi sayangnya gue geram sendiri ngeliat Juliet ngerangkul ello! idiot lohh!" Romeo memutuskan sambungan telephone, ada perasaan percaya dan tidak percaya yang mengganggu dihatinya. Seburuk itukah Juliet? Mengapa Juliet menyakitinya? Apakah benar Juliet setega itu padanya? Ada apa ini?.
Padahal hubungan ini baru berjalan dua hari. hatiku pilu, sakit, Romeo terluka, tapi tak bisa ia pungkiri ini semua juga atas kesalahannya menilai wanita hanya dari luarnya saja. dan karena sebuah sugesti bodoh cerita masa lalu "Romeo and Juliet".

****
"Astaga Romeo, Loh juga sih, nembak dan suka cewe main ngasal-ngasal, main pilih dari luar. aduh Meo" Jawab Arta ynag berwajah tirus dan berkulit hitam manis yang merupakan sahabat dekat Romeo
"emang Juliet tuh gimana Arta?" Nafsu Romeo untuk bertele-tele sudah hilang.
"Ahh, dia tuh Playgirl, ello tuh kalo cari cewe yang kalem-kalem. bodoh loh! Juliet tuh cewe kegatelan, eh loh malah deketin" kata-kata yang terlontar dari bibir Arta membuat Romeo melongo.
"separah itukah?" Tanya Romeo sekali lagi untuk memastikan.
"Ello tanya aja yang lain. emm, korbannya Juliet tuh, ada Rifal, ada Arfa, ada Rian, banyak deh, dan ello juga masuk dalam daftar. haahah. Cinta itu tersirat Romeo, loh pintar-pintar milih yang tulus ma yang ngak!"
Kata-kata Arta berputar-putar terus dalam otaknya, bahkan rasanya ia sudah bosan mendengar kata-kata itu, tapi tetap saja terulang terus dalam benaknya " Cinta itu tersirat Romeo, loh pintar-pintar milih yang tulus ma yang ngak!" . tiba-tiba pikirannya melesat pada gadis berwajah Manado, yang membuatnya tiba-tiba rindu pada tingkah gadis itu, Rindu pada senyum dan tawa ceria gadis itu.
"Cintia, gue butuh ello sekarang!" kata Romeo pada dirinya sendiri.

****
tanpa ba-bi-bu Romeo langsung saja melesatkan mobilnya menuju rumah Cintia. mumpung waktu masih mendukung. entah mengapa saat ini dia hanya ingin bertemu Cintia, ingin melihat tawa dan senyum gadis itu, entah kenapa dia menjadikan Cintia obat penawar luka untuk luka dihatinya.
"Romeo loh ngapain kesini?" tanya Cintia pada pria yang sudah berdiri tepat dihadapannya, diruang tamunya yang bernuansa krem.
"jalan yuk?"
"kemana? malas ahh"
"ayoolah, ku mohon!!"
Romeo melihat anggukan kepala Cintia diikuti senyum kecil.  hatinya, luka dihatinya, kepiluhannya, goresan itu sinar sudah melihat  senyum manis gadis itu.

*****
Cintia kini berada tepat dihadapan Romeo, pria yang membuat hatinya pilu beberapa hari belakangan ini, jujur saja pesona Romeo saat pertama kali berbicara dan memperkenalkan dirinya didepan kelas membuat Cintia tak henti-hentinya memandang Romeo. ia jatuh cinta pada Romeo, ditatapnya lekat laki-laki berkaos Polo biru dihadapannya, Romeo dengan alisnya yang lebat, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih, matanya yang tajam. sangat sempurna, bagaimana tidak pria ini sangat sempurna baginya. sayang dia hanya bisa dekat dengan pria ini sebagai teman dan tak akan lebih pikirnya.
"kami putus" Cintia melonjak kaget. "Apa? apa aku tak salah dengar? Romeo ? juliet? putus? " katanya dalam hati. entah kenapa lidahnya keluh ia tak berani mengeluarkan sepatah katapun saat ini. "juliet memanfaatkanku, dan yang lebih menyakitkan dia menyelingkuhiku, ternyata cerita Romeo and Juliet versi 2013 itu nga ada Cintia" Cintia masih belum berani mengeluarkan sepatah katapun. yang ia rasakan saat ini sedih dan bahagia bercampur aduk dalam hatinya. ia sedih lantaran Romeo sedih dan sedang pilu saat ini, disisi lain ia senang karena ternyata ia bisa lebih dekat lagi dengan Juliet. "Lalu mengapa kau mencariku? aku tempat curhatmu? begitu?" Tanya Cintia dengan nada ketus.
"kamu marah yah?" tanya Romeo keheranan.
"Ngak!! aku nga marah Romeo!" gertak Cintia dengan nada tinggi.
"lalu? apa?"
"Aku cemburu idiot" Cintia mengutuk dirinya sendiri yang terlalu Frontal, ia tertunduk malu, ia sangat bingung ingin bertingkah apa saat ini. ia hanya tertunduk sambil menutup matanya, berharap ia bisa menghilang atau kesurupan pada saat itu juga.
Tiba-tiba Cintia merasakan bahunya dirangkul oleh sebuah lengan, hal itu membuat dadanya hangat dan membuatnya tenang, perlahan ia pun mengangkat dagunya, dan membuka matanya mencari tahu siapa yang merangkulnya.
belum sempat ia membuka matanya, sebuah ciuman mendarat dibibirnya yang merah. dalam waktu sekejab Cintia merasa dirinya melayang sangat tinggi diudara.
"kau cemburukan. ku harap itu bisa menghapuskan cemburumu Cintia."
"Apa maksudmu Romeo? apa yang baru saja kau lakukan?"
"Cintamu tersirat Cintia, bodoh jika aku tak menyadari binar matamu setiap memandangku, disaat dikantin bodoh aku terlambat menyadari kecemburuanmu. yang kucari bukan Juliet , tapi kamu Cintia." kata-kata itu terdengar bak sebuah alunan biola yang dimainkan oleh dewa bagi Cintia.
"Lalu?" tanya Cintia. ia tak mampu memberikan respon apapun selain empat huruf itu.
"temani aku, mengukir kisah cinta yang baru versi 2013, ROMEO AND CINTIA" kata Romeo diikuti dengan senyum yang menggoda. Cintia hanya terbelalak dan tertawa. dan Cintia merasa bahwa inilah kebahagiaan yang ia tunggu.
" Aku mau, tapi ada syaratnya!" kata Cintia menimbang-nimbang.
"Apa itu?" tanya Romeo penasaran.
" Lanjutkan ciuman itu"
"wah, Agresif sekali kau!!"
Romeo tak melanjutkan ciumannya ia sibuk menggelitiki Cintia.
Mereka tertawa bersama.
Tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan mereka saat itu.

"Cinta itu indah,
Cinta itu kuat,
Cinta itu luar biasa,
Bahkan disaat engkau menyembunyikannya,
Kekuatan cinta itu akan tetap tersirat dengan sangat jelas, 
hanya mereka yang buta dan bodohlah yang tak menyadarinya,
Cinta itu kebahagiaan saling memiliki.
bahkan rasanya terlalu munafik jika mengakui cinta itu tak harus memiliki". 

1 komentar: