Selasa, 05 Februari 2013

Selamat Ulang Tahun Barbie Bawel

"Kau toh paling nda pernah pi ucapkan selamat ulang tahun sama saya" Cerocosnya dimeja makan.
hhahaha.
yah, sudah lewat satu hari memang ulang tahunnya, dan sekalipun aku belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya, entah kenapa aku tak bisa bersikap manis dan baik didepannya, yang kutahu hanya membuatnya kesal.

Nurul Fauziyah Nurdin, namanya, anak paling pertama yang lahir dari rahim Ibuku, ia membuka matanya auntuk pertama kali dimuka bumipada tanggal 04 februari 1993.
ini menandakan bahwa usianya sudah menginjak kepala 2.

Nurul Fauziyah Nurdin, Sosok kakak yang memiliki paras cantik, hidung menantang, kulit putih, tubuh kurus dan tinggi, mata bulat, dan bawel.
Mungkin dikarenakan usianya yang lebih dewasa diantara kami bersaudara, ini yang membuat dia yang paling sering bercerocos dan menggerutu dibandingkan saudara ku yang satunya.
Ka' Uci adalah saudaraku yang paling seru dipamerin keteman-teman. Karena seperti kejadian-kejadian kemarin, saat ada bebebrapa teman kelasku yang berkunjung kerumah, mereka akan mematung dan terpanah saat melihat kakakku yang satu ini. "Mirip barbie" kata itu yang merocos keluar dari mulutnya "ahh, cantiknya Latifah!! tapi kenapa kau" katanya menggantung.

Menjengkelkan memang jika harus dibanding-bandingkan dengan saudara, apalagi jika yang menang dalam perbandingan adalah saudara kita sendiri, tapi aku tetap bersyukur, walaupun aku tak secantik dia, tapi dia seudaraku, kecantikannya juga secara tidak langsung adalah milikku.

Kakakku yang satu ini, adalah sosok yang paling marah dan suka memaki jika aku bermalas-malasan dirumah, kalau aku lagi malas nyuci piring, kalo aku lagi malas bersiin kamar, kalo aku lagi malas ngangkat jemuran, malas melipat, malas menyetrika, dan kerjaannya cuma makan tidur.
aku yakin dia akan lebih sebal dibandingkan ibuku.
kadang kala hal ini sangat menjengkelkan, memiliki saudara yang sangat suka mengganggu waktu santaimu, tapi secara tidak langsung ini membuktikan bahwa ia perhatian padaku.

Kakakku yang satu ini, yang paling sering milihin aku baju, yang bisa dikatakan seleranya dalam hal busana cukup baik. Ada hal yang selalu kucemburui darinya, entah kenapa sesibuk apapun dirinya, dia selalu bisa menyempatkan waktu untuk memperhatikan kedua orang tuaku, hal itu yang membuatku kagum padanya.
sangat kagum.

Nurul Fauziyah Nurdin, jujur saja, semenjak kau bekerja, waktu jalan-jalan ku juga ikut betkurang, dulu kau selalu ada waktu untuk menemaniku sekedar mencari sepatu atau baju. tapi sekarang? kau sudah sangat sulit mengatur waktu untuk menemaniku, jujur saja, aku rindu saat-saat kau memilihkanku baju yang pas untukku, atau sekedar menemaniku mencari aksesoris.

Kakakku, memang kau sangat menyebalkan, terutama saat kau menyuruhku tinggal dirumah, sendirian, terkurung bodoh, suntuk hebat,dan hanya bisa melamun.
aku merindukan saat kau berubah menjadi orang yang menyenangkan, mengajakku keluar, mengajakku nonton, mengajakku berbelanja, mengajakku bepergian.

Kakakku, kini usia mu telah bertambah, kini kau sudah semakin dewasa, semakin bertumbuh hebat.
Maafkan aku, jika selama ini aku hanya bisa menjadi adik yang menyebalkan, adik yang selalu hilang diMall karena terlalu lincah mengelilingi Mall, Maaf aku hanya bisa memintah cipratan gajimu, padahal sama sekali aku belum pernah memberikanmu uang dari hasil jerih payahku.
Maaf aku jadi adik yang snagat mengganggu, hanya bisa merepotkanmu selama ini, hanya bisa membantumu menambah pekerjaanmu, hanya bisa mengejekmu, tak bisa bersikap manis didepanmu.
Maaf selama ini aku menjadi adik yang sangat cuek, tidak dekat denganmu, hanya sibuk dengan duniaku sendiri, maaf aku tidak menjadi adik yang sempurna bagimu.

Kakakku saya, maaf aku terlambat mengucapkan selama ulang tahun padamu, tapi ku harap, tulisanku di blog ini cukup mewakili semuanya, rasa bersalahku, rasa sayangku, rasa terima kasihku.
Maaf aku tak pernah mengatakannya sebelumnya.
"Kakak, aku mencintaimu, sebuah kebahagian bisa menjadi adikmu"

Selamat ulang tahun kakakku, si Barbie bawel yang hoby menggerutu.

2 komentar: