Kamis, 21 Maret 2013

Descripsi blog, Diary digital

" Sebuah ruang pelampiasan terbesar disaat orang terdekat tak punya waktu untuk mendengar. "

Jelas kalimat ini tak asing bagi kalian yang selama ini setia membaca tulisanku di blog. Tulisan yang menjadi dasar alasan awal aku mencintai tulisan. gambaran hatiku ketika orang-orang menutup telinga saat mendengarkanku.
dahulu, tiap kali aku mencoba berbicara, mereka berkata
"Berhenti berlagak dewasa, kau hanya bocah dibawah umur!"
"Jangan berlagak ketua-an!"
"Bahasamu terlalu tua untukmu!"
"Kami malas mendengarkanmu!"
Yah, itu yang kalian katakan tiap kali aku berusaha menumpahruah dihadapan kalian.
Kalian keluargaku, aku ingin belajar banyak hal dari kalian, tapi kalian terlalu memandang remeh diriku.

Kini aku bukanlah anak-anak lagi.
Bahasaku sudah sesuai dengan usiaku.
Tapi aku tidak akan pernah lagi merengekan kalian mendengarkan ocehku.
Kini aku hanya ingin kalian membaca tulisanku.

Yah , aku telah terbiasa berbicara melalui tulisan.
Aku telah terbiasa berbagi dalam tulisan.
Aku telah terbiasa menuliskan isi hatiku dengannya.

Kini lumpuh bagiku menulis dalam bentuk audio.
Lidahku telah lumpuh akan unek-unek dihatiku.
Hanya oceh amarah yang spontan yang mampu bersahut.

Jentikan jari yang menari diatas keyboard, suasana tenang, dan layar putih polos depan computerlah yang menjadi tempat tumpah ruah ternyaman bagiku. bukan lagi kalian!.
Aku telah lumpuh mengeluarkan oceh dalam bentuk lisan.

" Tak perlu kau dengarkan, kau hanya perlu membaca dan mengerti aku."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar