Rabu, 13 Maret 2013

"Dimana kau Rangga?"

Hari itu adalah hari ketiga dimana Ani tidak melihat sama sekali batang hidung Rangga sahabatnya. Belum ada kabar mengapa Rangga tak kunjung pergi Sekolah.
Ani terus mencari keberadaan Rangga, entah itu dari teman dekat Rangga atau bahkan keluarga Rangga.
"Kak, kenapa Rangga nga sekolah?" Tanyanya pada kakak kandung Rangga.
"Entahlah dek, kakak saat  ini juga sedang tak diMakassar, mungkin adek bisa berkunjung sendiri kerumah
Rangga" Tegas sang kakak.
Ani kepayang, bak kebakaran janggut Ani merasa linglung kehilangan sahabat terdekatnya.
Yah Rangga memang bukan kekasihnya tapi entah mengapa semenjak sepeninggalan Rangga yang belum lama ini mengepulkan rindu yang sangat besar dihatinya.
Ani terdiam, sibuk dengan otaknya.
"Kenapa aku harus resah tanpanya? tapi apakah Rangga baik-baik saja disana? Dimana dia?" Acapkali ia mencoba tidak memperdulikan Rangga beriringan pula pertanyaan khawatir dikepalanya.
***


"Kenapa nga coba kerumah Rangga, ni? " tanya Anastasya teman dekatnya.
"Hah? aku hanya tak ingin terlalu menunjukkan perhatianku, aku bukan siapa-siapa buat Rangga, syah" jawab Ani lesuh.
"Tapi apa kamu nga khawatir melihat dia menghilang 5 hari ini?" Introgasi Anastasya
"Entahlah" Ani acuh tak acuh.
***

Tak bisa dipungkiri, Ani tetap saja selalu merindukaan sosok Rangga, Sahabatnya yang bawel, sahabatnya yang selalu berteriak memekakkan telinga, Sahabatnya yang selalu merangkul tangan Ani saat sendirian, sahabat yang selalu setia mendengarkan curahan hatinya.
Ani Rindu akan tawa renyah Rangga.
Terutama pada tatapan hangat Rangga.
"Rangga, kamu dimana?"
***

"Coba pikirkan, terakhir sebelum kau bertemu dengan Rangga? apa yang kau bicarakan dengannya?" tanya Ibu lembut.
"aku lupa bu', tiap kali aku bertemu dengan Rangga aku tak pernah berbicara serius dengannya, yang ada kami hanya terus saja berkelakar." Ani manyun
"Lalu? apa kau sudah menghubunginya?"
"Ponselnya tak pernah aktif bunda" Mata ani sendu.
"Apa kau merindukannya?"
"......." Ani tak menjawab
***

Ani menghempaskan tubuhnya diatas ranjang pink kesayangannya.
"Rangga yang menyebalkannya super duper, kamu dimana? Aku merindukanmu, kamu jahat bikin aku khawatir" Keluh Ani.
Ia memejamkan mata, menembus alam mimpi, berharap dalam mimpinya ia bisa menjamah tubuh Rangga, Tubuh sahabatnya, Tepatnya orang yang ia rindukan.
genap sudah 8 hari ia tak melihat batang hidung Rangga,  untung saja empat hari yang lalu diumumkan bahwa sekolah diliburkan dalam rangka pergantian tahun ajaran.
Ani tak lagi menghawatirkan ketinggalan pelajaran sahabatnya. yang ia khawatirkan adalah dirinya sendiri. dirinya yang resah menanti Rangga.
***

"Maaf, aku tak mengatakan ini padamu Ani, Maaf aku membuatmu resah, Aku hanya ingin tau kau menganggapku hanya sebagai sahabat atau lebih" Cerocosku dalam lamunanku.
"Gimana Tasya? apa perkembangannya?" tanya Rangga pada wanita berkuncir satu dihadapannya.
"Dia merindukanmu Rangga, Dia mencintaimu"
"Apa yang membuatmu yakin?"
"Matanya, matanya linglung saat tak menangkap gambar wajahmu dikesehariannya." jawab Anastasya meyakinkan.
"Apa benar dia mencintaiku?"
"Yah, apa yang kau tunggu Rangga, berapa lama lagi kau ingin menguji cinta Ani? Ia membutuhkanmu, ia mencintaimu, dari setiap kelakar, canda, tawa yang kalian keluarkan saat bersama menumbuhkan benih-benih cinta yang sangat kuat. kalian patut bersama" Kata Anastasya berpanjang lebar.
Rangga menarik ransel hitam yang sedari tadi dipeluknya erat.

Tunggu aku Ani..
Tunggu Aku...
Teruslah merindukanku..
Teruslah mencintaiku..
Aku akan ada untukmu..
Dengan cinta dan kebahagiaan yang telah kupersiapkan untukmu..
***

" Haii... Penggerutu berbibir manyun..
 Sudah tepat 2 minggu aku tak bertemu denganmu..
Aku merindukanmu,
temui aku digaleri seni di. Jl. Sudirman No.13. aku ingin bertemu denganmu.
Penting.. 
Pangeranmu,
Rangga"


***
Ani menatap pintu galeri dengan perasaan yang mengebu-gebu, entah ia ingin menonjok Rangga karena membuatnya merindu, ataukah ingin memeluk Rangga karena ingin melampiaskan rindunya.
yang Ani pikirkan, ia ingin melihat Rangga sesegera mungkin.

Ani perlahan namun pasti melangkah menelusuri galeri.
Tiap langkah yang ia tapaki semakin memberatkan langkahnya,
Airmatanya melesat dengan sempurna, segala perasaan menggrogoti tubuhnya, diujung galery ia melihat Rangga, ia memeluk Rangga. dan berkata "Aku mencintaimu Rangga, terima kasih atas segalanya"
***
"Apa yang kau persiapkan untuk pertemuan kalian?" tanya Anastasya pada Rangga.
"Aku akan membuatnya merasa berharga" Rangga tersenyum licik.
"dengan cara?"
"Akan kusewa sebuah museum galeri seni dijalan Sudirman, kau lihat tas ransel hitam yang kupeluk ini, semua berisi lukisan yang kubuat untuk Ani, berisikan semua foto-fotonya saat kecil, sd, smp, sma, dan yang menjadi karya utama adalah fotoku bersamanya saat di karnaval. Kau tau semua itu akan kususun rapi disetiap lorong museum. aku yakin, disetiap langkahnya menelusuri museum ia akan hanyut dalam perasaannya sendiri. dan diujung musium kusiapkan frame bertuliskan "Jika kau suka, dan menerima cintaku, katakanlah I Love Rangga" Ani akan menerimanya semua itu saat genap 2 minggu aku menghilang, tepatnya besok."
Tegas Rangga pada anastasya.

6 komentar:

  1. lanjutannya mana tifa ?
    kenapa gantung gini ceritanya -_-
    payah nih, penasaran tau.. :)

    BalasHapus
  2. keren pake banget kok,cuman itu doank yang kurang..
    lanjutan'y...

    BalasHapus
  3. Knpa putussm,?
    * Kalau suatu saat nanti kamu punya rasa sayang sama orang lain bilang aja lansung sama dia dan jangan takut soal apa keputusannya. Karna jngan sampai dia tidak tahu kalau ada orang luar yang ingin memilikinya * mungkin kalimat ini yang tepat buat rangga.,,!

    Dear nurul latifa N. Tlong slesaikan nne cerpen tdak jlas endingnya apakah mreka akan bersma atau tdak ?

    BalasHapus
  4. Bagus, lanjutin lgi latifa..

    BalasHapus
  5. aiihhh .. kurang seru , lanjutannya mana ?? :/

    BalasHapus
  6. lanjutannyaaaaaaaaaaaaaa minggu depann... haha
    mantapp tawwa..

    BalasHapus