Jumat, 22 Maret 2013

"Teduh dibalik hujan"

"Teduh dibalik hujan"
Oleh : Nurul Latifah Nurdin

Dewi langit hadir bersama tangisnya
Rintih Airmata perlahan menyentuh tanah kering
Aspal perlaahan basah akan tangis sang langit
Menjebak raga-raga kering ini
Sore ini tampak lebih gelap
Awan beradu gelap dengan sang langit'
Guntur bersendawa ria
Kenyataannya tangan kita masih saling menggenggam
Dalam rinai mata kita beradu

Rintik tangis awan menyatuh kerontangan
Basah nan lembat menjadi teman
Telah kuyup busana ini
Kuda bermesinmu kau tepikan
Mencoba menepikan kita dan cinta ini
Keteduhan yang menjadi bayang akan dirimu

Kau kini hanyalah kenangan
Kenangan tangis yang tak terhiraukan
Wanita lain telah mencuri hatimu
Cemburu membakarku, tak ada lagi keteduhan itu

Kau telah diambil wanita itu
Kenangan teduh dibalik hujan itu
Bersemanyam dalam lara

Keteduhan dibalik hujan sabtu itu
Aku benci teduh karenamu
Aku benci teduh akan kenangan kita
Aku benci teduh dibalik hujan

Makassar, 20 maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar