Rabu, 21 Agustus 2013

Tak Perlu Dibaca

Pernah berfikir bahwa semua yang kau anggap permainan akan menjadi realita kehidupanmu. Pernah berfikir tawamu akan menarik perhatian seseorang?. Pernah berfikir percakapan singkatmu dengannya membekas hingga hati yang terdalam?. Pernah berfikir bahwa cinta tak pernah mengenal usia?.

Otakku berkutat mencari kebenaran yang sebenarnya terjadi. Rasanya aku lebih menyukai sikapmu sebagai pengajar. Bukan sebagai pengagum.
Dibalik semua sapuan tatapanmu pada deretan kursi belajar, selalu kau siapkan beberapa detik lebih lama untuk hanya sekedar menatapku. Menatap mata yang besar dengan pupil kecil. Menatap hidung yang tak menantang. Menatap mata yang selalu mengacuhkanmu.

Sekalipun aku tak pernah berfikir perasaan itu benar adanya, sekalipun aku tak pernah berfikir cintamu itu nyata. Yang ada dalam benakku kau hanya tahu berkelakar. Kau pemuja semua wanita.
Setiap syair manis yang keluar dalam mulutmu hanyalah pemancing suasana sepi menjadi riuh.
Sadarkah kau. Aku tak pernah mengganggap ini serius. kenapa?
karena kau hanyalah Trainerku.. Dan akan selalu begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar