Jumat, 02 Agustus 2013

What you can do for me? BE MY GIRL...

Aku terlahir sebagai pria yang sanggup dikatakan tampan, mataku cokelat berbinar bak telaga air yang disinari cahaya matahari, mataku diselimuti bulu mata yang panjang nan lentik. Kulitku sawo matang terlihat serasi sekali dengan tubuhku yang kekar dikarenakan selalu ku latih push up.
Aku tak hanya bisa dipandang dari segi luar, dari segi otakku akupun tak bisa dipandang remeh, diriku mampu menyelesaikan soal bahasa inggris 100 nomor dalam waktu 50 menit dengan tingkat kesalahan 2% . di kantorpun, aku termasuk orang yang mampu dengan cepat menarik klien untuk bekerjasama dengan perusahaan.
Aku bekerja disalah satu bank diIndonesia, Bank BRI, kehidupanku sudah nyaris sangat sempurna, tapi sebagai manusia aku juga memiliki ketidak sempurnaan, yah aku takut dengan karet gelang, aku phobia dengan kendaraan beroda dua seperti motor.
Sejak kelas 3 sekolah dasar aku sering melatih kemampuan bahasa inggrisku dengan mengikuti banyak kelas bahasa inggris juga sering bercakap dengan pendatang dari luar itu, hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagiku, karena seperti yang kita semua ketahui bahwa bahasa inggris adalah bahasa internasional dunia.
Saat ini ada besar keinginanku untuk menguasai bahasa asing lainnya. aku berharap paling sedikit bisa menguasai tiga bahasa asing.
Dan ada satu hal yang membuat diriku merasa kurang sempurna, aku merasakan haus, tapi aku sendiri lupa diriku haus akan hal apa. karena bagiku, aku telah memiliki segalanya.
tapi sampai saat ini aku masih merasakan haus yang sama dan akan terus bertambah.

***

" Kak Darmansya Hanggoro? " pekik gadis manis dihadapanku dengan mata berbinar.
" Iya, Maaf, adek ini siapa yah? " tanyaku santai
" Aku Pretysia, adik dari Alisyani " jawabnya dengan mata yang tetap berbinar
" Ada yang bisa saya bantu dik? "
" Kata kak Alisyani, Kak Darma ini sangat sangat jago dalam berbahasa inggris aku mohon kak, ajari aku, ku mohon, sangat memohon." matanya jauh lebih berbinar dari sebelumnya. ohh bagaimana caraku menolak permintaan anak ini. tapi aku tak mempunyai waktu untuk mengajarinya, sepulang dari kantor adalah waktu istirahat totalku, aduuh, anak ini musibah atau anugrah tuhan. runtukku dalam hati.

Aku teringat akan sambungan telephone kemarin dari Alisyani, ia menghubungiku disaat yang sangat tidak tepat, disaat aku sedang ingin menuntaskan rasa laparku dan makanan sudah tersaji rapi dihapanku, namun tiba-tiba iphoneku berteriak-teriak ingin panggilannya dijawab. Alisya memintaku memberikan adiknya les private bahasa inggris, dikarenakan orang tuanmya tahu betul kejelekan kebanyakan english center, mereka hanya tau memakan uang dan meluluskan lulusan tak berkualitas.
ohhhh. Padahal aku belum mengiyakan, masih memikirkan jadwal kerjaku yang sangat padat, tak kusangka Alisya telah mengirim calon siswiku kekantor paginya.
bak bumerang hal ini bertarung hebat dikepalaku.

***

" Kapan kita mulai belajar? aku yang kerumah kakak? atau kakak yang kerumahku?" gadis berusia delapan belas tahun itu tersenyum puas saat kuiyakan permintaannya untuk menjadi guru privatenya.
Awalnya aku ingin menolak dikarenakan pasti manusia yang berjarak usia tiga tahun dariku ini pasti akan merusak kehidupan malamku, tapi mengingat kata ibuku sewaktu kecil bahwa, berbagi ilmu itu lebih mahal dari pada apapun. akupun mengiakan.
walaupun ini berarti rumah sakit, aku harus bersiap-siap kelelahan.
" Dirumahku saja, dikarenakan kamu yang membutuhkan jasaku. " jawabku tegas.
" Iya " Pretysia mengangguk mantap seolah tak terbebani dengan segala aturan yang ku berikan. Namanya memang sangat cocok dengan parasnya, dia sangat cantik, kulit putih, mata bulat dan hitam pekat, lesung pipi dikedua pipinya dilengkapi dengan kacamata minus yang sepertinya berukuran min 2. terlihat anggun saat ina menggunakan dress cokelat pekatnya membuat kulit putihnya bercahaya.
ada sesuatu yang menarik perhatianku padanya.

***

Sudah tepat sebulan lebih aku berutinitas kerja dan menjadi guru private, sepulang kerja sekitar pukul enam sore, aku sempatkan untuk menyelesaikan santapanku dan setelah pukul delapan aku akan menjadi guru private hingga pukul setengah sepuluh, jujur saja, saat Pretysia mengambil jam tidurku, kesehatanku perlahan memburuk, bagaimana tidak, jadwal privatenya adalah empat kali seminggu, aku nyaris kehilangan tenaga saat ini.
Hari rabu ini, juga merupakan jadwal private Pretysia, namun entah rasanya aku ingin meminta izin untuk absen mengajar hari ini, dikarenakan kesehatanku yang sedikit terganggu, aku berniat untuk kedokter saja malam ini.
namun bodohnya sesampai dirumah aku sudah mendapatinya menungguku di depan rumah. aku baru menyadari bahwa pulsaku habis dan pesanku tak sampai padanya. sudahlah dia sudah terlanjur disini.
" Aku merasa tak enak badan, Kau boleh melakukan apa saja, menonton, menghabiskan cemilanku, apapun itu, tapi kau tak boleh pulang sebelum pukul sembilan, aku ada dikamar sedang beristirahat " Pretysia menggangguk mengerti, sepertinya dia sendiri dapat membaca buruknya kesehatanku.

***

Ketika pagi, aku terkaget mendapatinya tertidur disamping diranjangku, tubuhku dibalut selimut dan aku merasa jauh

lebih sehat saat ini, rupanya semalam ia merawatku, menjagaku yang tengah sakit, didapur ia telah menyediakan susu hangat, bubur, dan banyak hal lagi yang ia sediakan untukku, ohh tuhan, apakah aku haus akan hal ini? apakah aku haus akan perhatian seperti ini?.
aku kembali kekamar, menidurkan Pretysia dengan posisi senyaman mungkin, betapa teganya tadi aku membiarkan tetap tertidur dengan gaya terduduk merenung disamping ranjangku, kukecup dahinya dan aku merasakan semakin banyak hal ganjil yang terjadi saat ia datang dalam kehidupanku.
akankah aku haus akan hal seperti ini?
dalam keadaan bingung, aku melangkahkan kakiku meninggalkan kamar untuk menyantap semua bentuk perhatiannya, aku melahap bubur ayam dan susuku sampai titik penghabisan. akupun mengakui dia sangat jago dalam hal menyajikan santapan.
Dulunya aku terbiasa memesan makanan dari restaurant untuk kujadikan satapan, tapi hari ini aku kembali merasakan santapan rumah, sama seperti disaatku kecil bersama santapan rumah ibuku.
Aku kembali teringat akan kehausanku, apa benar? aku haus akan wanita? akan perhatian batin? akan kasih sayang? yang ada dipikiranku kemarin hanyalah memperkaya diri, hingga kulupa caranya bahagiakan batinku.
yang kurasakan adalah hausku perlahan sirna.
bolehkah aku mencintaimu pretysia?.

***

Semuanya sudah sempurna saat ini, aku hanya perlu mengumpulkan sedikit uang dan membeli mobil baru, setelah kudapatkan mobil itu, akan kupermantap kuwujudkan niatku mempersuntingmu Pretysia, kini hubunganku dengannya sudah berjalan tiga bulan, dan kami tetap melakukan peran kami sebagai guru dan siswi private hanya saja status dan kedekatan kami berubah, kami saling tukar perhatian dan cinta. semuanya sudah terlalu indah, sangat berat jika kelak aku kehilangan semua ini, aku matapanya, menatap Pretysiaku, dirinya terlihat sangat anggun dengan pakaian dress jingganya, kacamata yang biasa kulihat sudah digantikan dengan softlens biru sangat menyala dengan warna kulitnya. ohh, aku bertambah cinta.

****
 
sudah sekitar dua hari aku sama sekali tak mendapatkan kabar dari pretysia, aku kewalah mencarinya di dunia maya, di phonselnya, namun aku juga terlalu sibuk untuk bisa bertandang kerumahnya. jalan penghubung satu-satunya adalah alisyani.
" Mengapa Pretysia sangat susah dihubungi? kau tahu aku sangat merindukannya." jawabku tanpa bertele-tele pada lawan bicaraku diujung telephone
" Aku tak tahu harus berkata apa Darma" jawabnya ragu
" Apa maksudmu?" dalam sekejab aku kehilangan asa.
" Setidaknya kau harus tahu semua ini"
" Apa yang terjadi sebenarnya? apakah Pretysia kecelakaan? apakah dia terluka? apa yang terjadi padanya?"
" Semua permintaan guru Private yang kuajukan padamu hanyalah palsu belaka, sebenarnya dia juga sedang dalam masa belajar di Briton, kau tahu, dia melakukan ini semua untuk belajar mengenal cinta, aku sengaja memperkenalkanmu dengannya agar kalina berdua merasakan jatuh cinta. kenapa? karena kalian berdua sebelummnya belum pernah merasakannya. Aku merancang semua set itu agar kalian saling menyimpan rasa. tapi ternyata semuanya tidak berjalan lurus. Pretysia belum pernah sekalipun mengungkitmu didepan orang tuaku, sama sekali, Orangtuaku mengaggap Pretysia belum pernah jatuh cinta sama sekali, dikarenakan itu, dia dikirim ke Malasya, untuk menikahi seorang pria mapan disana."
" Apa ini semacam perjodohan? kenapa kau tak menahannnya Alisya?" gertakku
" Aku tak bisa melakukan apapun, Yang bisa membatalkannya hanyalah Pretysia sendiri, Ini juga merupkan selahanmu yang terlambat meminanngnya. semuanya telah terjadi, mereka besok akan menikah"
" Apakah Pretysia mengiyakan? ohh, kurang mapan apa aku Alisyah?" isakku dalam geram
" Pretysia terlalu patuh pada orang tuaku, dia terlalu takut untuk mendurhakai mereka, dan kurasa kau terlalu lemah memasang benteng cinta, sehingga kurang kuat untuk menghipnotis Pretysia, kau yang gagal dalam memperjuangkan cintamu. entahlah kita semua gagal, mempersatukan kalian."
Bruukkk
Handphoneku telempar sangat jauh, terbelah lima.
Aku sangat menyesali semua yang telah terjadi.

***

" Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Alisyah
" Akan kubuang semua kekecewaanku, aku dipindah tugaskan ke singapura, aku akan menetap disana, terlalu menyakitkat untuk tetap tinggal di indonesia."
"Kuharap itu yang terbaik untuk kalian" ungkap Alisyah

***

"Alsyah, aku sudah landing, kini aku sudah berada disingapura, aku berharap menemukan....... "
Bruukkk !!!!!
ponselku terjatuh

" Pardon me sir, are you okey?" sosok gadis cantik telah menabrakku hingga menjatukan ponselku. rasanya aku ingin mencekeknya.
" Sorry sir, do i hurt you? " tanyanya kembali disaat aku tak menjawab pertanyaannya lama.
" Are you kidding me, you broke my cellphone" kata-kata itu terlontar, dan sepertinya terdengan sedikit kasar, yah kata-kata yang terlontar tanpa tercerna baik diotakku, dikarenakan terblender rasa kagum, terbelalak, kaget, dan juga tak percaya. melihat bidadari cantik sedang menabrakku.
" That my bad sir, what can i do for you?" aku manatap matanya, mata yang sangat cantik, bola mata kelabu tubuhnya dibalut pakaian pramugari
" Sir, do you need a hand?" tanya gadis itu sekali lagi disaat yang sama saat aku tak meresponnya.
" Be my girl..." kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku, seperti suatu isyarat bahwa aku ingin memilikinya. selamanya.
yeaahhh, karena aku merasa telah jatuh cinta padamu. aku tak percaya, sosok bidadari baru saja menabrakku, tuhan memang adil. dan kini aku percaya. "DIBALIK PERPISAHAN TUHAN TELAH MENYELIPKAN PERTEMUAN YANG LEBIH BAIK"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar