Rabu, 02 Oktober 2013

Cinta Setoples Rasa

Jariku saat ini sedang menari-menari. Berputar-putar, maju mundur, kiri kanan diatas papan tombol qwerty yang pasti kita jumpai di semua komputer.
Mataku sedang bertarung dengan halaman putih kosong di layar. Halaman yang menuntut sebuah cerita.
Kepala terus berusaha menafsirkan apa yang sedang ini melandaku.
Penyakit merah jambu.

Aku sedang berusaha mengungkapkan semua perasaan kecamuk ini dalam selembar entri blog. Aku tahu ini akan di publis. Aku berharap semua orang membacanya. Ikut turut merasakan kecamuk merah jambu dikepala dan hatiku.
Tapi, aku tak mau kau membacanya.
Aku takut kau tahu perasaan terselubung ini. Perasaan yang menghampiriku tak lebih dari lima jam yang lalu.
Romansa merah jambu ini membuatmu melayang-layang di balik pelupuk mataku. Tak ada namun, begitu nyata.

Beberapa hari  yang lalu aku mengutukmu sebagai sosok paling semenah-menah. Sampai sekarangpun begitu. Tapi, sedikit berbeda. Dulu kau semenah-menah memerintahku. kini kau semenah-menah menarik perhatianku. Tulariku penyakit merah jambu.
Aku terus saja mengutukmu yang kemarin selalu membuatku kesal. Membuatku mengitari tangga berkali-kali hanya demi membantumu menyelesaikan tugas. Membuatmu terhindar dari rasa lelah yang kurasakan.
Aku menganggapmu sosok kakak senior yang selalu memerintah sesuka hati.
Tanpa memikirkan orang lain. Tanpa sekali pun membayangkan berganti posisi denganku.

Aku membencimu, kemarin.
Tapi tidak untuk hari ini.
Tepatnya beberapa jam yang lalu.
Sikapmu sangat manis.
Kau layaknya anjing buas yang disuntik penenang.
Kata-katamu jauh lebih sopan dari biasanya,
Senyummu lebih bahagia dari biasanya.

Kau membuatku tenggelam dengan perasaan yang setahun ini tak pernah lagi menyambangiku.
Kau berubah menjadi sosok laki-laki hebat yang selalu kuidamkan.

Kau membuatku tersihir.
Hanya karena tiga kedipan mata kanan untukku.
Jantungku lepas dari orbit.
Lututku layu.
Aku tertunduk.
Dan tersenyum beberapa detik ditengah tundukku.


Hari dimana kau menjadi orang yang berbeda.
Cinta setoples rasa.
_________________________________________________________________


Airly Latifah.
Latifahtifa.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar