Kamis, 07 November 2013

Kau adalah apa yang kutulis

Masih terpatri betul di pikiranku, saat di mana bakat ini belum kutemukan. Menulis banyak hal bodoh di halaman blogger. Tanpa mimpi, harapan, ataupun cita. Menulis blog karena malas menulis dengan pena.

Lalu.. kau hadir dengan sepatah kata yang kini sangat berarti untukku. "Terus menulis yah, Dek!" untuk pertama kalinya di saat itu. Aku merasa telah melakukan sesuatu.
Di jenak yang sama, setelah hantaman dan tampungan sakit sepergiannya. Sosok yang meninggalkanku tanpa sebab. Sembunyi dari kenyataan yang membuatku teriris.
Luka yang menjalar lebih cepat dari sulur.
Kau datang. Memotong sulur itu.
Menutup lembaran kusam yang kuanggap hari. Kau datang, menulis sesuatu yang baru.

Kau..
Kau adalah apa yang kutulis..

Banyak orang menafsirkan perasaan cinta, sebagai hal yang menggebu-gebu. Pembakar semangat. Deg-degan. Tapi, entahlah. Aku sendiri belum mengetahui jawaban sempurna untuk itu. Tuhan menciptakan perasaan ini untuk diecap. Tanpa terkecuali.

Kau tahu..
Aku menulis..
Terus menulis..
Untukmu..
Karena kau adalah apa yang kutulis..

Aku melihatmu di balik semua lagu cinta.
Aku membacamu dari setiap puisi cinta.
Aku merasakanmu di setiap senja.

Kamu...
Sosok dengan tawa bebas tanpa beban. Walaupun kutahu kaumenampung beban yang cukup memberatkan.

Ada empat waktu yang paling kunikmati di dunia ini.
Dimana kanguru mengantongi bayinya.
Awan tebal yang hadirkan hujan di balik panasnya mentari.
Suara kok-kokkan yang tak pernah lupa riuhkan subuh.
Dan masa dimana kau berada di sisiku.






Dari bilik rindu
Airly Latifah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar