Kamis, 21 November 2013

Kue Alisa

Oleh : Airly Latifah

    Alisa memandang sekelilingnya, memata-matai Kak Natasya. Alisa menguatkan peluknya pada boneka barbie di dadanya. Alisa tidak mau kakaknya menyentuh boneka yang baru saja ayah belikan.

     “Alisa, Kakak mau liat dong boneka kamu.” seru Kak Natasya seraya mencoba meraih boneka dalam pelukan Alisa.

     “Tidak boleh! Tangan kakak kotor!” ungkapnya dengan wajah jutek.

     “Tidak! Kamu nggak boleh gitu!” Kak Natasya merasa tersinggung.

     “Nggak mau, Kak!” Alisa membuang wajahnya lalu meninggalkan Kak Natasya.

     Kak Natasya heran setengah mati kepada Alisa. Sejak berusia tujuh tahun Alisa berubah menjadi sosok yang sangat kikir dan pelit. Jelas inilah sikap tidak terpuji yang tidak sukai.

     Kak Natasya menyabarkan hatinya. Mungkin Alisa hanya perlu belajar, pikir Kak Natasya

***

     Ternyata sikap kikir dan pelit Alisa tidak hanya kepada kakaknya, melainkan kepada semua orang kecuali sang ibu. Pernah satu kali sepupunya menangis karena tidak dipinjami sepeda. Sayangnya, Alisa sama sekali tidak merasa bersalah.

     Bisa kalian bayangkan jika sikap kikir dan pelit ini terus tertanam pada Alisa. Pasti tidak ada yang ingin berteman dengannya.

      Kak Natasya selalu bersabar hati saat Alisa mengambil semua jatah donatnya. Sedangkan, Alisa akan sangat marah sampai menjambak rambut Kak Natasya kalau kakaknya ingin meminta donat Alisa. Donat yang ayah beli setiap pulang kerja.

***

     Hari ini, Alisa dan Natasya menemani ibu berbelanja di pasar. Alisa sangat senang, “Ahh, aku bisa minta di pelikan kue sama ibu!”pikirnya waktu saat itu. Alisa berjalan dengan riang dan gembira di pasar. Tanpa memerdulikan kerumunan orang yang berlalu lalang. Alisa terus mencari kue incarannnya. Hingga hampir setengah jam Alisa di pasar dan tak juga menemukan kue kesukaannya, Cup cake cokelat!

     Matanya berbinar saat Kak Natasya menunjuk toko cup cake di samping pasar. Alisa berlari meninggalkan ibu dan Kak Natasya di belakang.

***

     Di Toko kue...

     “Tante! Kap Kek cokelatnya satu!”

     “Maaf, dek! Kuenya sudah habis. Tadi dibeli sama adik ini!” jawab mbak penjual seraya menujuk gadis seusia Alisa di sampingnya.

     Merasa ditunjuk, gadis cantik itu menoleh, “Kamu mau kap kek cokelat ini?” tanyanya tanpa ragu.

     “Iya!” Alisa menjawab ragu.

     “Ini ambil.” anak itu tersenyum lalu memberikan kuenya pada Alisa.

     “Kenapa dikasih Alisa? Inikan kuemu?” Alisa kebingungan. Jika dia Alisa, pasti Alisa tidak akan memberikannya.

     “Iya. Ambil saja, Bunda pernah bilang, siapa yang berbagi dengan senang hati, maka Tuhan akan menggantinya lebih banyak di surga.” Dia tersenyum dan pergi meninggalkan Alisa karena bundanya sudah menunggu di luar.

     Alisa terdiam. Kini Alisa menyesali semua sikap buruknya yang kikir dan pelit.

***

     “Kak Natasya!” panggil Alisa yang memeluk sekantong donat di dadanya.

     “iya, sayang!” jawab Kak Natasya yang sedang mengerjakan PR.

     “Ini semua untuk kakak!” Alisa memberikan sekantong donat pada kakaknya. Alisa berjanji tidak akan kikir dan pelit lagi. Dan berjanji akan berubah menjadi anak yang senang berbagi.

     “Kenapa?” tanya Kak Natasya keheranan.


     “Karena, Alisa mau simpan kue ini di surga.” Jawab Alisa tersenyum. Kak Natasnya segera memeluk adiknya, dia sangat bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar