Senin, 30 Desember 2013

"Cintai aku sebagaimana Matahari mencintai Bumi"

Lelaki itu kembali menyesap kopinya. Lebih dalam dan lebih banyak.
Ada jutaan rasa yang sebenarnya menyeruak di langit-langit hatinya.
Ada sebuah perasaan yang sebenarnya terlalu besar.
Hanya saja tempatnya bukan sekarang.
Lelaki itu tetap duduk di beranda rumah.
Menatap kosong.
Merasakan ricik rindu pada 'Bumi-nya'
Langit sekali lagi memendung.
Aroma kopi yang sedari tadinya memenuhi hidung tersamarkan riuhnya angin.
Matahari selalu mencintai bumi.
Bayangkan bagaimana jika Matahari tak mencintai bumi.
Adakah hujan?
TIDAK

"Cintai aku sebagaimana Matahari mencintai Bumi"
Cinta matahari adalah cinta yang paling indah.
Cinta yang hadir karena Allah.
Cinta yang seharusnya menjadi cerminan kita.
Karena matahari tahu, ketika dia mendekati bumi.
Bumi akan hancur.

Sama seperti seorang wanita dan lelaki yang bukan muhrim.

Dari Bilik Rindu
Airly Latifah
AirlyLatifah.Blogspot.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar