Rabu, 22 Januari 2014

Sajak Rindu

Pesawat lagi-lagi menerbangkanmu. Membawamu pergi meninggalkan kota kita. Membawamu menyeberangi puluhan pulau di negara kita. Membuatku kembali memupuk sebuah rindu.
Rindu yang selalu pandai menggelitik senja.
Kau, yang lebih pandai lagi karena menanam rindu yang tak layu.

Aku senang. Sesekali kau masih ingin menginjak kota kita.
Kota pertemuan kita. Kota cinta kita. Kampungku.
Makassar, Sulawesi Selatan.
Kau menyihir kota ini menjadi kota rindu.

Pendidikanmu belum akan selesai. tepatnya baru akan dimulai. Kau akan lebih banyak menghabiskan waktu tanpa kota kita. Dan, aku membenci itu.
Aku terjara di kota ini.

Rindu ini sederhana.
Begitu kau hilang. Tak terlihat lagi dipelupuk mataku. Aku akan mulai merindu.
Begitu suaramu lenyap ditelan kesibukan dan jarak. Aku akan lebih merindu.
Begitu tanganmu tak mampu lagi menggenggam. Aku akan sangat merindu.

Aku tak peduli mereka bilang kita tak cocok. Bagiku, perbedaan yang menyatuhkan kita. Aku menyukai segala yang ada dalam dirimu.
Aku tak mencintaimu sebagai siapa kamu.
Tapi, karena itu kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar