Minggu, 23 Februari 2014

Kegalauan Menatap Pemerintah

Tak begitu lama. Sudah menginjak sekitar dua sampai tiga minggu kemarin. Sebuah kejadian yang membuat mataku terbelalak akan hilangnya norma pancasila. Lima patokan dasar yang hanya terngiang satu kali
seminggu di telinga para pelajar.
Lalu menghilang tertelan pelajaran.

Ilmu pengetahuan itu memang mampu didapatkan dimana saja. Dijalan, dari orangtua, dari saudara, tetangga, sampai dari anak kecil. Tapi, nilainya yang sulit didapatkan. Nilai pengamalan dari ilmu.
Pagi itu di tengah macetnya lalu lintas aku dengan pakaian seragam esemka menatap seluruh jalanan yang berdebu. Dengan kendaraan roda dua. Mencoba mempercepat gerakan sedikit agar tidak terlambat upacara. Mata yang begitu fokus menatap kedepan. Dan, dalam beberapa detik ban belakangku tergeser beberapa cm ke samping.

Tergeser karena dorongan sepeda tua yang jatuh. Kehilangan kendali. Jangan tanyai kabarku. Aku sempurna. Aku baik. Tapi, kurasa kakek itu tidak. Dia terjatuh tersungkur dari sepedanya yang sedikit lebih tinggi dari pada jok motorku. Wajahnya sendu. Beberapa orang mencoba membantunya. Aku ada disana, tak bergerak sesenti pun. Tak tahu harus bagaimana.

Sedangkan ada suara riuh lainnya. Beberapa pengendara menggerutu kesal, memaki. Memaki seorang pemuda berkaos hitam yang menjadi biang kekacauan pagi itu. Tapi, tak satupun pengendara yang mampu menghentikan lajunya.

Ada sesuatu getar yang lengsung menyambarku. Begitu dalam dan begitu besar. "Pemuda masa kini adalah generasi penerus bangsa" Lalu? bagaimana dengan pemuda itu? Bagaimana mungkin pemuda itu menjadi penerus bangsa?
Saya yakin memegang cangkul saja mungkin dia enggan. Mencangkul untuk membantu orangtuanya. Bagaimana caranya dia mengemban bangsa?
Lalu kau menanyakan para generasi yang lainnya? Yang sibuk dengan fashion hot pants, gadget, media sosial. dan sebagainya. Apa yang akan menjadi dasar mereka mengemban bangsa dimasa mendatang.
Dari pelosok manakah pemimpin yang baik itu menetas?
Di kota? aku rasa tidak.
Ada berapa banyak pemerintah yang akan lahir menjadi calon koruptor nantinya?
Pemerintah itu untuk mengabdi pada negara. Tapi, yang ada malah menunggu negara mengabdi padanya.
Lucu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar