Senin, 17 Maret 2014

Aku Mencintaimu

     "Aku mencintaimu. Dan, hal itu menggenapkan segalanya."
     Entah bagaimana aku memulainya, beberapa menit yang lalu aku sempat berselancar di dunia maya. Singgah dan tenggelam pada kolom yang menyita perhatianku, membaca scaning semauku. Hingga mata ini tersita pada sebuah blog, tulisan sederhana milik St. Nadia, salah seorang siswi SMAN 1 Maros. Siapa dia? Salah satu pemenang lomba jurnalis KKE Koding Exhibition 2013. Selain itu? Pemenang lomba karya tulis ilmia remaja di STAN.
    Kau tahu? STAN! Fakultas yang paling dipuja-puja di sekolahku, Fakultas yang tersemat dalam do'a dan hatiku. Oh, ini nyaris membuatku gila. Sosok St. Nadia benar-benar membuat hatiku menderu sebentar. Oh, haruskah kuperjelas bahwa aku cemburu.
     St. Nadia terjebak dalam sekolah yang hebat, orang-orang yang hebat, dan guru yang berada tepat di belakangnya. Sedangkan aku merasa terjebak dalam hal yang sebenarnya tak begitu kusukai. Kau tahu aku bersedia berkutat lima jam dengan tulisan dan ketikan yang maha gila banyaknya. Tapi dengan siklus akuntansi? Jangan harap! Aku terjebak dalam dunia yang sebenarnya tak begitu kusukai.
     Karena aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu, Menulis.

     Rasanya aku benaar-benar terjebak dalam sebuah sekolah yang sama sekali aku tak sukai. Dalam sekolah yang koneksi Wifi-nya sangat sulit dijangkau. Ini gila, aku berharap terjebak dalam sekolah yang lebih baik.

     Tapi, itu semua karena ayah. Hatiku luluh melihatnya bercucuran darah saat itu. Tepat di depan mataku, bersamaku. Hari itu, aku berjanji bahwa apapun kehendaknya akan aku lakukan, sekali pun itu membuang hal yang benar-benar kusukai.
    Oh, ini cerita yang belum sempurna.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar