Jumat, 25 Juli 2014

Aku Galau.. karena jatuh cinta?

Jatuh cinta itu perkara yang sangatlah indah.
Perkara yang mampu membuat seluruh dunia bergembira.
Tetapi, jatuh cinta itu ada pula bagian-bagiannya. Diantara semua itu, sering sekali kita dijatuhkan vonis jatuh cinta pada perkara lelaki yang bukan mahrom.
Lelaki yang harusnya datang lima tahun atau sepuluh tahun nanti, ketika sudah cukup mantap untuk menghadap kepada orangtua.

Namun sayangnya, banyak sekali yang main serobot saja, datang dan memaksakan jatuh cinta pada usia-usia yang rapuh sekali. 

Usia yang belum tahu betul bagaimana caranya memahat pribadi-pribadi baru yang lebih baik.
Dan, jatuh cinta ini sering sekali menjenguk hati-hati ini.
Menjadikan jatuh cinta sebuah perkara yang membingungkan, menggalaukan, menggerahkan, menggetarkan, menggelikan, atau meng-meng lainnya.

Lantas bagaimana agar jatuh cinta ini, biasa saja?
Tidak membuat kita layaknya ikan mangap-mangap di daratan kering kerontang.
Biasa saja, letakkan jatuh cinta ini pada bagian yang paling di belakangkan.
Cuek saja, bukannya dia sendiri yang salah karena datang terlalu cepat?

Taruh perasaan itu pada baris yang terlupakan, baris yang tidak terlalu penting.
Tapi, jikalau sudah tiba masanya, katakan pada perasaan jatuh cinta itu, "Temui ayahku, temui ibuku, temui keluargaku. Maka akan kuletakkan kau dalam proritas di bawah Tuhanku!"

Bukahkah jatuh cinta bukanlah perkara yang terlalu sulit?
Jangan mau jadi janda dan duda di sosial media.
Bukankah setelah putus anda resmi menyandang gelar itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar