Jumat, 11 Juli 2014

Dear,..



Bagaimana mungkin aku akan bercerita, mengarang sebuah cerita fiksi tentang kehidupan percintaan tokoh-tokohku, sedangkan kepalaku dipenuhi akan dirimu.
Diisi oleh ruang-ruang yang kau ketuk, kemudian kau kosongkan.
Diisi akan candu rindu karenamu.
Diisi oleh harapan-harapan yang nyatanya semu belaka.

Bagaimana mungkin aku bisa menuliskan cerita ber-Ending indah tentang orang lain, sedangkan hidupku sendiri memelihara luka yang menganga.
Aku tergugu.

Ahh, aku terlalu merindukanmu.
Aku terlalu banyak membuang waktu memikirkanmu.
Aku terlalu lama larut akan bayangmu.
Dan, nyatanya aku tak akan pernah lepas darimu.
Aku tak akan pernah lepas dari ingatan akan tatapan hangatmu.

Ya, Allah. Kokohkan hati ini, perkuat perisai pertahanan hati ini.
Buat aku bertahan mencintai walaupun semenyakitkan ini.
Karena, cinta yang dituliskan dalam sejarah bukanlah cinta bahagia kakek nenek yang sama-sama setia.
Tapi, cinta yang setia walaupun dihempas jutaan meteor.

Ya, Allah. Ya, Rabb. Izinkan hamba menyimpan sedikit hati hamba untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar