Kamis, 31 Juli 2014

Kau yang Menemuiku di Alam Mimpi



Jangan tanya bagaimana bahagianya aku melihatmu di sana.
Merasakan nyatanya kehadiranmu yang begitu kurindukan.
Merasa senyaman dahulu ketika cinta itu masih terajut sempurna.

Aku melihatmu dalam mimpiku, kau terlihat begitu hebat.
Setelah beberapa tahun tak merasakan kenyamanan itu.
Aku bersumpah, bahwa aku rindu sekali.

Matamu melihatku setajam tatapan elang.
Pagi serasa melayang ke Syurga.
Malaikat tengah menaungiku dengan sayap-sayap indahnya.
Membuatku terlelap indah dalam mimpi yang membuai.
Mimpi ini tak akan pernah indah tanpamu.

Malam boleh saja digantikan pagi, tapi setiap ia datang, aku selalu menangihnya dengan mimpi akan dirimu.
Menangih kenyamanan yang sama.
Menagih semua rindu yang digantung di langit-langit tangga do'a.
Aku melihatmu begitu nyata.
Begitu lembut.
Begitu mudah disentuh.
Dan, didalam mimpiku. Kau mencintaiku tanpa ampun.

Aku lagi-lagi menggantungkan lilin-lilin harapan ini pada anak tangga tertinggi.
Agar cahayanya mencakup sudut paling tersembunyi.
Meski kutahu, ketika lilin itu jatuh. Terbakarlah semuanya.
Tapi, aku tak perduli.
Sama tak perduli dengan perasaan yang memujamu tanpa akhir.

Aku tak pernah berhenti.
Aku tak pernah lelah mencintaimu.
Aku sesabar ini dengan perasaanku.
Karena janji yang pernah kau katakan, bahwa kau akan mencintaiku seterusnya.

Hari ini, penghujung July.
Tapi, ini bukan penghujung perasaanku.
Hatiku masih begitu setia dalam diam.
Meski kau tak pernah tahu.
Meski kau bahkan tak ingin tahu.
Bahwa aku begitu setia menunggu.
Bahwa aku begitu setia mencintaimu.

Kau akan selalu datang di alam mimpiku, sebagaimana anggukan malam, ketika kutagih janji akan dirimu.
Karena hanya di alam itu, aku mampu merasakanmu.
Mampu merasakan cinta yang selama ini kudambakan darimu.
Dari tatapan dan senyuman yang sudah sangat lama tak pernah kutemui.

Dari semua luka karena kabut-kabut yang kuterobos untuk menghindarimu.
Meski menghindarimu adalah kiamat bagiku.
Menghindarimu adalah neraka bagiku.
Karena kau sudah terlalu indah.

Mimpi ini adalah hadiah terbesar dari Tuhan.
Dari-Nya yang mengizinkanku jatuh cinta.
Dari-Nya yang mengizinkan aku merindu.

Oh, Tuhanku.
Ya Allah, aku rindu sekali padanya.
Pada sosok yang mengatakan dia mencintaiku, tadi malam.
Meski pertemuan itu hanya mimpi belaka.
Kuharap aku bisa bermimpi selamanya.
Agar aku tak merasa sejauh ini dengannya.

Ya Allah...
Dengan namamu, yang maha baik, maha luar biasa.
Terima kasih atas mimpi indahmu.
Terima kasih telah kau kenalkan aku dengannya.
Terima kasih telah mengizinkanku mencintai sebesar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar