Rabu, 30 Juli 2014

Polisi Tidur dan Cinta

Saya menemukan sesuatu.

Cara mempelajari cinta itu sama persis ketika, ada seorang anak kecil mencari tahu apa itu 'polisi tidur'.
Ketika anak itu, di atas kendaraannya, dan seseorang di sampingnya berkata, "Di depan akan ada polisi tidur."
Maka sang anak dengan sangat siap, dengan badan ditegapkan, tubuh difokuskan, disiapkan. Matanya celingak celinguk mencari sosok 'polisi tidur' tak peduli guncangan yang dihadapi karena sebuah gundukan.
Hingga sudah jauh polisi tidur itu tertinggal, sang anak masih jauh dari mengerti apa sebenarnya 'polisi tidur' itu.

Sama seperti cinta, ketika kita sibuk mencarinya, sibuk memikirkan akan seperti apa bentuknya. Akan seperti apa besarnya, seberpa hebatnya, seberapa indahnya, sibuk menciptakan alur kisah cinta kita sendiri, sampai bersikap menjadi orang lain. Hingga lupa, bahwa cinta berada tepat dihadapan, dan kita melangkah teratur meninggalkannya.

Setelah kita jauh melangkah, barulah ada seseorang yang menyentuh bahu kita, menunjuk kebelakang dan mengatakan, bahwa, "Polisi tidurnya sudah jauh tertinggal di belakang!" yang dimana bentuknya sangat sederhana, dan ternyata sangat mudah dilihat.
Polisi tidur itu tidak pernah bersembunyi. Namun, kita yang menyembunyikan mata kita untuk sadar.
Hingga kita lupa betapa sederhananya cinta itu, betapa banyaknya dia di setiap tempat.
Dan, kita lupa bahwa polisi tidur itu begitu setia berada di tempatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar