Sabtu, 20 September 2014

Kasturi


Kasturi
Oleh : Airly Latifah

Malam jumat menandai perintah tak terelakkan
Luka dan tangis terajut di langit kota
Ranumnya rembulan tak lagi terlihat menawan
Tak indah memesona
Selembar daun telah jatuh
Menuliskan takdir setangkai Kasturi

Setangkai Kasturi telah mati
Meninggalkan bau semerbak
Setangkai Kasturi telah layu
Namun, tempat ini bertambah semerbak
Setangkai Kasturi yang belum senja telah serata tanah
Takdir menandai kepergian setangkai Kasturi

Kasturi kian harum semerbak
Berayun mengikuti terpaan angin
Daun yang jatuh tak menghardik takdir
Kasturi layu kian wangi semerbak
Setangkai Kasturi ini adalah kau, Ibu!

Selamat jalan Wanita Kasturi
Rupanya, Allah lebih sayang
Benar, kau telah pergi. Namun wangimu abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar