Senin, 27 Oktober 2014

Catatan Tengah Malam


Hari ini, saya melawan sedikit rasa kantuk yang mulai menyelimuti. Terbangun sebentar untuk menuliskan beberapa dari banyak hal yang sangat menganggu di kepala.
Sungguh, Allah menciptakan cinta untuk menjadi bukti keapikan skenario-Nya.
Allah menjadikan kita kuat dan kokoh untuk mengenal cinta.
Allah menjadikan kita mampu berdiri di daratan paling miring sekali pun dengan cinta.
Dan, dari semua yang dihadirkan cinta. Pengorbananlah yang selalu mampu menyilaukan mata.
Pengorbanan dari rasa setia mencintai yang tidak terkikis oleh waktu.
Pengorbanan dalam menahan dan memndam perasaan yang membeludak di dada.
Dan, Pengorbanan untuk membuktikan perasaan cinta itu sendiri.

Saya sendiri menjadi saksi mata betapa hebatnya cinta itu.
Bagaimana Allah menciptakan perasaan menggebu itu yang perlahan tetanam bibit hingga berubah menjadi pohon perasaan yang maha besar.
Pohon perasaan yang menaungi hati orangtua saya. Hingga, hanya keabadian yang mampu memisahkan cinta itu pada mereka.

Cinta benar-benar mampu menjadikan biji gandum bertumbuh dan berkembang sebesar gunung.
Tapi, sadarkah kita?
Bahwa semua yang kita hadapi.
Semua cinta yang kita lihat.
Semua cinta yang kita saksikan.
Tak pernah menjadi apa-apa.

Lihatlah?
Seorang manusia hanya mampu mencintai beberapa orang, dan dia tak akan pernah mampu membagi tubuhnya untuk semua orang yang ia cintai.
Tapi, sadarkah kau?
Diantara semua cinta yang kau terima.
Kita selalu lupa bahwa ada cinta dari yang maha kuasa?
Ada cinta dari sang maha pencipta.
Cinta dari sosok yang tak pernah kehabisan cinta.
Cinta dari sosok yang sempurna membagi cinta-Nya.

Percayalah, kasih sayang Allah luar biasa sekali.
Ya, Allah.
Ajari aku mencintai-Mu dengan kokoh.
Mencintai atas diri-Mu.
Mencintai karena-Mu.
Mencintai-Mu.
Demi pencapaian menatap wajah-Mu, Wahai Tuhanku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar