Kamis, 23 Oktober 2014

Diary Digital, Kehilangan

Kehilangan.
Hilang.
Yang tadinya ada sekarang entah kemana.

Kehilangan mengajariku tentang luka.
Luka dan rindu yang tak mengenal penawar.
Kehilangan berupa harta itu bukan apa-apa.
Pernah aku kehilangan gadget, berikut bagian-bagian terpenting di dalam gadget tersebut.
Tapi, lukanya sama sekali tak ada apa-apanya dibandingkan kehilangan nyawa.
Andai nyawa mampu dibeli, akan sangat banyak sekali manusia yang berbaris ingin membeli nyawa.

Tuhan,
Ya, Allah..
Kehilangan mengajariku luka.
Kehilangan mengajariku betapa sakitnya sebuah perpisahan.
Betapa berharganya waktu yang selama ini selalu kuabaikan. Betapa berharganya dan indahnya menatap wajah lelah Ibu. Betapa istimewanya mendapati tubuh itu tertidur kelelahan. Tapi, dulu aku menganggapnya sangat biasa. Tak pernah berarti.
Namun, hari ini aku rindu sekali.
Rindu sekali menatap matanya yang tertidur kelelahan.
Rindu sekali mendapati dirinya tertawa.
Rindu sekali mendapati sosoknya berceloteh.

Tuhanku,
Ya Allah...
Kehilangan mengajariku bagaimana mencintai.
Bagaimana menghargai orang-orang yang mencintaiku.
Sungguh, ya Allah. Aku percaya Ibu sangat mencintaiku.
Aku percaya akan semua yang pernah dia tumpahkan untuk merupakan bukti kecintaannya.

Ya, Allah..
Kehilangan benar-benar menghadiahiku Rindu.
Rindu yang tak memiliki penawar.
Rindu yang mencekik sekali.
Rindu yang selama ini kuabaikan. Dahulu, aku hanya perluh beberapa langkah untuk membunuh rindu pada Ibu. Tapi, sekarang. Hanya nyawakulah yang mampu membunuh rindu atasnya.
Hanya mati rasalah yang menjadi obat atas rinduku.

Ya Allah...
Sungguh, kehilangan mengajariku banyak hal.
Mendewasakanku sebelum usia dimana seharusnya aku dewasa.
Kehilangan mengajari aku luka yang paling menyakitkan, dan rindu yang tak pernah terbantahkan.

Ya, Allah..
Ridhoi tempat terindah di Syurga-Mu untuk Ibuku.
Ibu yang selama ini menimangku tanpa lelah.
Hadiahkan Syurga Firdaus atas ketulusannya mencintaiku.
Atas ketulusannya memperlihatkan dunia padaku.
Atas semua yang telah ia lakukan padaku.

Ya, Allah...
Sampaikan pesan rinduku padanya.
Katakan pada Ibu, aku mencintainya.
Dan, Ijabah do'a-do'a khidmat yang kututurkan untuknya.
Ammiiiinnnn....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar