Minggu, 05 Oktober 2014

Move On?






Move On?
Kata-kata ini sedang digilai sekali di kalangan Remaja.
Kata yang tidak Move on atau yang gagal Move on itu bodoh sekali.
Apakah anda setuju?
Bagi saya Tidak.
Sungguh, kepada mereka yang susah untuk Move on dalam artian perasaan cinta atau perkara hati, adalah sesuatu yang mahal.

Bayangkan bagaimana dengan Sinta? Apa yang akan terjadi jika Sinta Move On dan meninggalkan Rama, atas semua keraguan Rama padanya. Kisah cinta ini akan berakhir menjengkelkan.
Bagaimana dengan Romeo? Bagaimana jikalau Romeo memiliki kekasih setelah melihat Juliet menenguk racun?
Lantas bagaimana jikalau Hawa Meninggalkan perasaannya dari Adam?
Atau dengan Habibie yang memiliki istri baru setelah ditinggal Ainun.

Jangan sedih jika seseorang berkata kau adalah sosok yang gagal Move On! Jangan! Jangan pernah. Malah yang harus kau pertanyakan adalah kenapa seseorang mudah sekali Move on, mudah sekali berpindah hati, mudah sekali mengobral perasaan.
Kau gagal Move On bukan berarti kau gagal. Melainkan karena cintamu kukuh sekali, karena cintamu setia sekali, karena cintamu luar biasa. Dan, tak semua orang memiliki perasaan itu.
Toh, mereka yang menikah bertahun-tahun ada juga yang berselingkuh, ada juga yang menikah lagi, ada yang poligami.
Bersyukurlah Hatimu hanya mencintai satu orang. Hanya kukuh pada satu sosok.
Karena itu artinya hatimu berbeda. Hatimu tak mudah berpaling dan tak mudah digoda.
Karena kesetiaan itu mahal sekali.

Sekali lagi, gagal Move itu bukan berarti penyakit atau dosa.
Bertahanlah, tapi jangan memaksakan oranglain mencintaimu. Biarkan dia menilai, yang mana diantara kau dan dia yang baik untuknya.

Kita sama.
Sama-sama gagal untuk Move On.
Sama-sama gagal untuk mencintai orang lain.
Tapi, itu bukan berarti kesalahan. Ini berarti perasaan kita antik sekali, tak mudah memiliki perasaan seperti ini, tak mudah memiliki hati sehakiki ini.
Pertahankan, dan buat kisah percintaan yang paling mengharukan sedunia.

Pernah, saya membaca sebuah cerita, kalau tidak salah karang Tere Liye (Maaf jika ada sedikit perbedaan dengan versi Asli, saya hanya bermain ingatan.)
Kisah ini tetang seorang wanita yang dibeli, dipermainkan dan hanya dijadikan pelampiasan nafsu oleh suaminya. Tapi, wanita ini sudah terlanjur cinta, terlanjur memiliki hati yang hakikih.
Hingga, pada suatu waktu suaminya berada pada ambang kesehatan dan kemiskinan.
Tidak, wanita ini tidak meninggalkan suaminya. Wanita ini setia dengan cintanya, setia menemani dan mengobati suaminya.
Jangan tanya bagaimana Endingnya, karena tak ada batu yang tak mampu diluluhkan oleh kejadian seindah ini. Hati suaminya bagaikan disirami air raksa.
Melunak, meleleh.
Sungguh, cinta yang indah itu bukanlah yang berpindah-pindah.
Tapi tetap bertahan meski pun dihantam jutaan gelombang.




Saya tak pernah marah jikalau seseorang bilang saya Gagal Move On. Tak pernah juga kecewa jika dilengketi dengan julukan itu. Karena saya sendiri tak pernah bisa membohongi perasaan yang nyatanya memang belum bisa berpaling. Belum bisa berpindah. Belum bisa berhijrah.
Nyatanya perasaanku masih hakikih, masih kuat. Masih sama cintanya saat pertama bertemu dengannya.
Meski tak pernah ternilai di matanya.
Meski tak pernah terlihat di matanya.
Tidak, saya tak mengharapkan balasan atas perasaan ini.
Karena Allah yang paling tahu siapa yang baik untuk saya. Allah yang paling pantas menentukan.
Maka, semua ini kukembalikan pada Allah.
Yah, benar perasaan ini masih sama. Masih sekuat dahulu saat pertama melihatnya.
Aku masih setia dalam diamku.
Masih setia dengan rinduku. Meski jutaan karang kau coba lemparkan untuk mengikisnya.
Hanya Allah yang berkehendak membolak balik hatiku.
Saya tetap bersyukur, karena perasaanku tak mudah berpindah, tak mudah berbelok.
Perasaanku setia.

GAGAL MOVE ON?
BIARIN!
Dari pada cintanya di Obral kayak jualan! :P

INGAT!!
PEREMPUAN DINILAI DARI KESETIAANNYA. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar