Kamis, 23 Oktober 2014

Perkenalkan, namaku Luka!

Perkenalkan, namaku luka.
Kehadiranku selalu dihindari, tetapi kehadiranku tak pernah mampu terelakkan.
Aku hadir bersama masalah, dengan deretan luka yang siap tertanam. 
Berikut dengan masalah baru yang menjamak masalah pertama. 
Kehadiranku membawa banyak sekali luka yang siap disirami air garam.

Luka, aku hadir untuk membuat semua pertahanan luntur.
Membuat semua keteguhan menjadi kehancuran.
Membuat semua yang kokoh menjadi hancur lebur.
Sunggu aku bagaikan Air raksa pada logam.
Aku siap meluluhlantahkan.

Namaku, Luka.
Kehadiranku selalu diiringi dengan tangisan.
Penawarku sangat mahal.
Aku racun yang tak pernah mampu dimusnahkan.
Aku racun yang berparasit disemua perasaan egoisme.
Aku racun yang lebih mematikan.

Namaku Luka.
Aku lahir untuk menguji kekuasaan Tuhan.
Aku dihadirkan untuk melihat betapa besar kuasa Tuhan dalam memeluk hambanya, dalam menguji kecintaan hambanya pada Tuhan.

Luka.
Aku mampu memparasiti dari lahir hingga akhir.
Aku bahkan lebih kekal dari dunia ini.
Aku bahkan lebih menyakitkan dari pada bara api.
Aku Luka.
Kehadiranku mematikan.

Aku luka.
Sasaranku adalah hati-hati yang kalut.
Hidupku adalah keputus-asaan.
Tujuanku untuk membunuh.


Aku luka, aku hadir untuk mengalahkan manusia.
Duhai, Manusia?
Apakah kalian sanggup melawanku?
Apakah kalian mampu menghalangi keinginanku,
Sungguh! Hanya orang-orang yang berpikir yang mampu mengalahkanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar