Jumat, 07 November 2014

Bunda, Aku Rindu.

Bunda..
Dosakah perasaan iriku?
Dosakah aku jika merasa iri?
Dosakah aku yang merasa begitu iri kepada teman-teman yang masih memiliki Ibu?
Dosa kah aku merasa cemburuku pada mereka.

Bunda..
Mengapa begitu sakit kehilangan ini.
Sungguh, dahulunya aku merasa menjadi anak yang paling beruntung.
Memiliki Bunda yang begitu perhatian, begitu menjagaku, begitu menyayangiku.
Tetapi kini, aku merasa terluka sekali mendapati anak-anak lain masih mampu merangkul tangan Ibunya.
Bunda, sungguh.
Aku tak pernah merasa se-Iri ini sebelumnya.

Bunda..
Sejauh mana kini langkahmu?
Bolehkah aku bertemu denganmu?
Bolehkah kau berbalik sebentar, menemuiku?
Mendengar cerita-ceritaku. Seperti malam-malam kemarin.
Seperti hari di mata kulihat binar bahagiamu, saat kuceritakan bagaimana perkembangan studiku.

Bunda..
Adakah kau di sana?
Sekedar melihat apa yang kulakukan.
Bunda..
Apakah kau bisa membaca semua pesan rindu ini.
Adakah kau bisa merasakan bahwa aku rindu sekali.

Bunda..
Sungguh, aku cemburu pada anak-anak lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar