Kamis, 11 Desember 2014

Datang Hanya untuk Pergi?


Jikalau kau datang hanya untuk pergi.
Tak apa. Tak masalah.
Yang menjadi masalah, hanyalah ketika kedatanganmu membuatku jatuh cinta.
Dan, itulah kenyataan yang terjadi.

Allah, telah menakdirkan sebuah pertemuan.
Menuliskannya dengan sangat rapi jauh sebelum bumi ini terbentuk.
Dan, apakah Allah juga telah menakdirkan perasaan ini?

Perasaan yang hadir tanpa diperintah?
Tanpa rencana?
Dan, tanpa perlu pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Aku mencintaimu.
Dan, jikalau kau datang hanya untuk pergi.
Aku akan tetap berterima kasih, atas kehadiranmu.
Atas hadiah sebuah kenangan.
Meskipun, aku akan merasa lebih baik jikalau kau menetap.

Jikalau kau datang hanya untuk pergi.
Terima kasih.

Terima kasih pernah ingin bertemu denganku, pernah ingin melihatku, menatap mataku, mendengar suaraku. Meski itu hanya untuk sesaat. Meski itu hanya untuk kau tinggalkan.
Dan, sekali pun kau pergi.
Aku tak akan ikut pergi.
Aku akan setia disini, merawat kenangan ini.
Hingga kenangan ini tumbuh besar, merona dan berbunga.
Tanpa perduli kau akan datang lagi, ataukah tidak.
Kenangan ini akan selalu ada.

Jika benar kau datang hanya untuk pergi.
Hanya untuk membuang semua harapan yang pernah terpupuk.
Jangan pikir hal ini akan semudah itu.
Karena, kau telah mengetuk pintu yang salah.
Kau telah mengetuk pintu yang hanya menerima satu tamu untuk selamanya.
Dan, setelah kepergiaanmu.
Pintu ini tak akan terbuka untuk siapa pun.
Terkecuali, kau datang kembali.

Aku.
Gadis yang mencintaimu.
Yang pernah kau lukai.
Yang pernah kau tinggalkan.
Yang pernah kau acuhkan.
Dan, aku masih menunggumu.
Aku masih menunggu kedatanganmu.




Tok.. Tokk.. Tok..
Apakah itu kau?
Apakah kau datang hany untuk pergi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar