Senin, 29 Desember 2014

Diary Digital

Hal yang paling menyebalkan ketika kau menginjak usia tujuh belas tahun, adalah kau mulai mengerti banyak hal. Mulai mengerti apa yang kebanyakan orang dewasa pikirkan, mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Juga mulai mengerti bagaimana dunia ini perlahan berlaku semakin kejam.

Dulu, keluarga kami sempurna. Itu pemikiran anak esempeku.
Seorang Bunda yang selalu menjaga kesehatan kami, dan selalu hebat dalam menjalankan tugas, juga Ayah yang tak pernah melupakan kewajibannya menafkahi kami. Selalu pulang tepat waktu dan selalu ada untuk memelukku atau bercanda dengan kami. Begitu pula dengan saudaraku. Meski semasa esempe kami lebih banyak bertengkar dari pada sekarang. Lebih banyak pula saling melempar makian. Lebih banyak lagi saling memukul.

Tapi, ketika usiaku tujuh belas tahun, aku mulai mengerti apa yang sebenarnya menghadang di depan. Menghadang jalan kami.
Dan, hal itu semakin menjadi buruk setelah kepergian ibu.
Aku dilibatkan lebih banyak dalam mengambil keputusan.
Dan, kau tahu keputusan yang kuambil kini bukan hanya tentang diriku, tetapi tentang banyak hal, mempengaruhi banyak hal.

Bunda, kami kehilanganmu.
Kami benar-benar tak bisa melakukan ini sendirian. Kami tak tahu harus berbuat apa.
Sungguh, aku telah kehilangan Bunda.
Kami bertiga, anak-anak yang baru menginjak dewasa ini baru saja kehilangan Bunda, jadi kumohon jangan biarkan ada sesuatu yang membuat kami kehilangan Ayah.
Kau tahu, hidupku akan menjadi lebih berat lagi.

Jangan, jangan ambil Ayah dari kami.
Yah, aku berbicara padamu, padamu wanita genit!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar