Kamis, 25 Desember 2014

Seiris dua iris lagi tentang cinta


Pernahkah kau mengagumi bagaimana Tuhan menciptakan langit yang begitu tinggi dan luas, tanpa penyanggah. Lantas Air yang begitu banyak yang tak habis sampai pada masa ini.
Atau tentang bagaimana Tuhan kita menciptakan dunia ini dengan begitu sempurna tanpa kekeliruan perhitungan satu pun.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah, yang kamu dustakan?

Cinta.
Entah berbalas, ataukah tidak. Akan tetap bernama Cinta.
Entah berakhir bahagia ataukah tidak, akan tetap bernama Cinta.
Tuhan, bahkan telah tahu di detik keberapa, dan di sepersekian detik mana kau akan jatuh cinta, dan mulai perlahan menyadarinya. Semuanya telah teratur, tanpa adanya revisi ulang.
Tak ada kesalahan. Semuanya akurat.
Dan, jikalau kau berpikir rasa cinta itu tumbuh tanpa rencana.
Kau salah.
Karena, yah, benar memang kau tidak merencanakannya, tapi Tuhan, sang penciptamu telah merencanakannya, jauh sebelum bumi ini berbentuk bulat.

Tuhan, mempertemukanmu dengan sosok itu dengan cara yang tak pernah sama dengan orang lain.
Dengan kisah cinta yang tak pernah sama dengan orang lain.
Dan, Tuhan telah menakdirkan dia, diantara jutaan manusia, untuk kau simpan dalam hatimu.

Jikalau kau menyukai seseorang. Lantas dia tak menyukaimu.
Maka, jangan paksakan hatimu untuk berbelok.
Jangan paksakan hatimu untuk jatuh cinta pada oranglain. Karena itulah kekeliruan yang paling merugikan banyak pihak.
Bersabarlah, dan tunggu dengan sangat sabar.
Tunggulah jawaban mengapa Tuhan membuatmu menyimpan perasaan padanya.
Pada satu-satunya sosok diantara jutaan sosok.

Maka, janganlah heran, jikalau ada beberapa orang yang masih mencintaimu sekali pun kau telah jutaan kali pula menolaknya.
Jangan heran.
Karena, semua itu telah tersusun rapi.

Aku sering sekali bertanya pada Tuhan.
Dan, bertanya lebih sering ketika aku sedang gundah gulana.
Rupanya, rasa cinta terkadang membuat kita lebih sering mengaduh pada Tuhan.
Yang kupertanyakan adalah hal-hal yang sering kalian lontarkan juga pada Tuhan.

Bisakah aku berhenti menyukainya?
Kenapa aku menyukainya?
Kenapa aku semakin menyukainya?

Hal semacam itu, lantas yang terjadi, perasaanku makin menjadi-jadi.
Cinta yang baik adalah dia yang merubahmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang membuatmu semakin giat belajar dan bekerja.
Juga membuatmu semakin sering berdo'a kepada Tuhan.
Patah hati itu sehat. Percayalah.
Patah hati akan menjadi sehat jikalau kau melaluinya dengan baik.
Dengan membangun karakter yang lebih kokoh dari pada sebelumnya.
Karakter yang lebih hebat dari pada sebelumnya.
Karakter yang lebih mengagumkan dari pada sebelumnya.
Bangkitlah dari rasa patah hati, dari sakitnya patah hati.
Dan, tunjukkan bahwa kau sembuh dengan sempurna.

Jatuh cinta, lantas patah hati.
Jangan kau coba sembuhkan dengan menyukai oranglain.
Itu akan sangat merugikan.

Bukankah, mencintai seseorang yang tidak mencintaimu bukanlah dosa?
Jadi tak akan ada orang yang mempenjarakanmu dikarenakan kau tidak bersegerah untuk move on.
Move onlah, ketika kau benar-benar merasa telah meninggalkan semuanya.
Jangan Move on ketika kau belum benar-benar bisa meninggalkan masa lalu.
Tak ada undang-udang yang melarangmu jatuh cinta pada seseorang yang tak mencintaimu.
Bertahanlah, meski pun akan sakit.

Dan, pindah hatilah, ketika kau sudah benar-benar menutup cerita lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar