Jumat, 02 Januari 2015

Janji? Jangan!




Ketika ada seseorang yang menjanjikan banyak hal padamu, menjanjikan kesetiaan dan hari-harinya, juga menjanjikan akhir yang indah.
Satu kalimat dariku,
jangan kaupercaya.

Sama sekali jangan pernah kaupercaya, sebelum dia selesai menunaikan janjinya.
Beberapa pasangan ada yang menghianati janjinya di tengah pernikahan, ada juga yang lari tanpa alasan, bahkan lebih banyak lari yang tidak menepati bahkan setengah pun dari janjinya.

Kau tidak harus menunggu seseorang menjanjikan sesuatu padamu, tidak juga memaksa dia untuk berjanji. terkadang ada banyak hal yang bisa kau pegang teguh selain janji, banyak hal pula yang mampu membuatmu berdiri tegap dan berpegang teguh selain janji.

Semua yang kau alami, pasang surut kehidupan, setiap detiknya ada orang yang berbicara di muka bumi ini, sepersepuluh dari itu adalah janji. lantas berapa miliar juta manusia di bumi ini. Apakah kau bisa menghitung berapa banyak janji? Lantas, tahukah kau hanya berapa janji yang terbayar?
Hanya satu per seratus dari jumlah keseluruhan. Apa itu artinya kau masih berani memaksakan seseorang berjanji.
Tak ada yang paling baik menepati janji selain matahari, yang akan terbit dan terbenam pada waktunya tanpa terlambat atau lebih cepat sedetik pun, dan ada satu hal yang kau lupakan.
Matahari tidak pernah menjanjikan kehadirannya, juga tidak pernah menjanjikan dia akan terbenam di detik kesekian. Itu terjadi begitu saja.

Kau tidak akan menjadi orang yang paling bahagia dengan menjadi manusia yang menggenggam jutaan janji indah, janji kehidupan. Tidak juga menjadi manusia paling hebat setelah melontarkan jutaan janji.
Tetapi kau akan menjadi manusia yang lebih hebat, ketika kau menemukan seseorang yang tidak pernah berjanji apapun padamu, tidak berani mengumbar apapun padamu, tetapi sosok itu begitu teguh menemanimu. Begitu dalam tanpa satu ikatan janji pun yang membuatnya terpaksa ada di sana.

Di zaman ketika bumi ini mulai menua dan terbatuk-batuk oleh polusi udara, hakikat janji sudah banyak sekali berubah. Janji yang dulunya begitu sakral dan sulit diucapkan kini berharga sangat murah, sangat lumrah.

Di dunia yang kian menuai ini, juga dengan raganya yang mulai terbatuk-batuk kata 'I Love You' bertebaran, tanpa sadar betul bagaimana tanggung jawab kalimat ini, bagaimana dampak panjang kalimat yang dia ucapkan hari ini. Tanpa sadar sudah berapa banyak orang yang berharap lebih hanya karena mendengar tiga kata itu.

Di dunia yang mulai menua ini, kata janji diumbar kemana-mana. Dan, tidak satu pun dari mereka yang bisa kau percaya, kecuali, setelah mereka benar-benar telah menunaikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar