Kamis, 19 Februari 2015

Jika seandainya

Kucingku sibuk saling berkejaran, seolah mereka memang ditakdirkan untuk bersama, mereka terjebak 1 minggu 7 hari 24 jam 60 menit 3600 detik tiap harinya, begitu terus. Seolah tak kenal lelah dan bosan saling menatap kucing yang sama tiap harinya.

Sama denganku yang tidak kenal lelah dan bosan merindukan dan mendoakan kebaikan untukmu. Beberapa hari ini juga aku lebih sering mendengar lagu Demi Lovato, in case. Kau tahu, aku berada di ketidakpastian, juga di kemustahilan yang selalu kusemogakan, sunggu, benarkan tidak ada yang tidak mungkin?
Sekali pun itu hal paling sepele.

Aku juga tahu, yah, aku lebih dari tahu kau menyukai orang lain, entah dari segimananya, entah karena alasan apa, entah juga karena dasar apa, sama tidak tahunya dengan alasan ketidakmampuanku berhenti merindukanmu.

Hari ini, bak sudah bertempur dengan ulangan di sekolah, aku tetap teringat padamu, bagaimana jika kau di posisiku, apakah kau akan melakukannya dengan lebih baik. Juga bagaimana dengan kabarmu belakangan ini.

Sungguh, aku ingin menanyakannya langsung, tetapi terlalu takut menatap matamu, terlalu takut diperhatikan olehmu.
Pernahaku berdoa terjebak di sebuah tempat denganmu, tempat dimana hanya aku yang bisa melihatmu, tanpa kau sadari aku. Ahh aku sangat berharap, seolah cermin tempatmu nge-Gym tembus pandang dari sebuah ruangan, sungguh aku akan bayar berapa pun untuk masuk ke dalam ruangan itu, ruangan yang tembus pandang dengan ruang nge-Gymmu tapi, dari tempatmu kau hanya bisa melihat sebidang cermin.

Bagaimana kabarmu?
Selembar kertas tulisanmu, bahkan tak sanggup kubuang ke tempat sampah, apalagi perasaanku.
Sungguh, aku tetap ada di sini.
Jika seandainya wanita yang kau sukai tidak menginginkanmu.
Jika seandainya kau berubah pikiran.
Jika seandainya kau tak temukan sosok yang lebih baik.
Aku ada di sini.
Walaupun hanya jika, yang kemungkinannya sekecil biji gandum.
Ah, bukankah tak ada yang tidak mungkin?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar