Jumat, 13 Maret 2015

Dan yah, apapun itu

Pernah kau temui seorang gadia kecil yang menggigit jari atau bibirnya ketika sedang tergiur makanan lezat di kedai kue? Atau gadis kecil yang memilih tertunduk ketika melihat tumpukan gaun pengantin seukurannya terpajang rapi di etalase toko.
Gadis itu sama denganku.
Menatap dengan takzim tapi tak pernah berani bersuara, juga merengek minta dibelikan.

Tak ingin halalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Hanya sibuk berdoa agar Tuhan tahu kekalutan hatinya. Sibuk berbisik agar Tuhan mengasihaninya. Sungguh, bagaimana bisa aku tidak tergiur untuk bersamamu.

Di matamu ada api yang menyala, api itu begitu membara penuh ambisi dan mimpi. Aku melihatnya dengan sangat jelas bahkan meski terhalang bias kaca berframe di matamu.

Malam ini, keinginan itu tidak berkurang juga. Tanpa peduli kau tahu atau tidak, kau dengat atau tidak, kau acuh atau tidak. Aku tetap terdiam sibuk merutuki diri dan berdoa.

Aku melihatmu sesekali dalam diriku. Melihat semua dampak baik yang kau hadirkan untukku. Seseorang berkata bahwa jika memang kau tak bisa memilikinya tetaplah bersyukur, setidaknya dia membawa perubahan bagimu.

Aku lebih dari bersyukur, sungguh. Tak ada hadiah Tuhan yang lebih baik selain detik kau duduk manis di sampingku, atau di detik lain dimana kau tersenyum manis ketika berkelakar.

Apakah yang lebih baik dari itu?
Sungguh, bahkan sudah menjelang detik keratusan juta terakhir aku melihat senyunmu, tetapi aku masih bisa menggambarkannya utuh di kepalaku.
Walaupun senyum itu hanya beberapa detik. Tak lebih dari lima mungkin.

Pernah kau lihat Bintang?
Aku sebahagia seseorang yang melihat bintang ketika bersamamu.
Tapi sungguh, tak peduli kau tahu atau tidak. Perasaan ini masih sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar