Jumat, 20 November 2015

Syalalal

Hari ini aku melihatmu lagi.
Dari layar sentuh yang canggih.
Andai kecanggihan itu bisa tertuar padaku. Pada hati yang tahu caranya jatuh cinta.
Dan tak tahu caranya jatuh benci. Lagi, tentang kau yang menanam jejarum luka di hatiku.
Jejarum yang kini merangkap sembilu.
Terlalu sakit memang.

Bagaimana mungkin aku menyukaimu sedalam ini.
Dengan semua luka yang kau tanam.
Tunggu, apakah aku harus mati dalam keadaan mencintaimu dulu, agar kau takluk?
Atau haruskah kukorbankan nyawaku agar kau luluh.

Yah, bagaimana mungkin ini berjalan sangat kejam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar