Kamis, 28 Januari 2016

Januari

Cinta itu apa?
Yah, lagi lagi dengan pertanyaan yang sama, karena aku sendiri belum menemukan definisi yang tepat untuk kata ini.
Cinta terlalu ambigu bagiku, perasaan ini bisa membuatku terbang melayang, juga merangkak penuh darah di kedua telapak tanganku.
Cinta juga terlalu muluk muluk bagiku, tak bisa disederhanakan.
Tapi banyak yang bilang cinta itu sederhana.
Lantas, diantara seluruh definisi cinta, manakah yang mampu kupedomani.
Agar aku tak jatuh pada kesalahpahaman dalam menafsirkan cinta itu sendiri.

Sosok lain mengatakan bahwa, tingkat tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan.
Lantas, jika itu benar sanggupkah aku melepasmu.
Melepas perasaan yang kupupuki dengan biji hati dan kusirami dengan tetesan airmata. Sanggupkah aku melepasmu?

Lupakan, aku sendiri tak mampu mendefinisikan cinta itu sendiri.
Meski aku tahu, aku mampu merasakan cinta, jua mampu mencintai.

Siapa kamu, Mas?
Beraninya engkau buatku terpanah lantas pergi tanpa kata.
Hebatnya engkau yang bukan siapa siapa namun mampu membuatku terluka.
Kurang ajarnya engkau yang buatku terisak isak meski engkau tertawa puas.

Siapa kamu, Mas?
Bahkan menatap wajahmu sedikit lebih lama, aku tak mampu. Aku takut bertambah perasaan ini.

Siapa kamu, Mas?
Mengapa aku jatuh cinta.
Bagaimana mungkin aku merasakan perasaan yang definisinya saja masih tak kuketahui.

Sungguh, Siapa kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar