Kamis, 18 Agustus 2016

Katanya MERDEKA

"...17 agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa hari lahirnya bangsa indonesia, merdeka sekali merdeka tetap merdeka..."

Lebih kurang seperti itu petikan lagu kemerdekaan bangsa kita.
Bangsa merah putih. Indonesiaku, esok akan genap usiamu menjadi 71 tahun.
Sungguh itu usia yang tidak muda.
Para anak yang menonton penjajahan kini sudah tua.
Rambut putih terlihat disela sela rambutnya.

Kemerdekaan ini, bukan hal yang baru bukan, tapi apakah kita benar benar merdeka?
Dua tiga anak muda bangsa ini sedang sibuk merakit aplikasi untuk menyaingi sistem yang tersebar di negara tetangga, empat lima lainnya sibuk menajamkan penanya untuk mencerdaskan dan menyamaratakan pendidikan, enam tujuh lainnya sibuk merakit pesawat terbang dan kapal untuk berlayarnya para petinggi negara, sisanya entahlah terlalu banyak anak muda yang perlu kita pelihara.

Merdeka?
Apakah bangsa ini benar benar merdeka?
Apakah bangsa ini baik baik saja?
Kasus Mirna dan Sianidanya saja masih berlarut larut belum selesai, apakah ini bentuk pengalihan isue?
Ahhh yah, beberapa anak muda bangsa kita ini sedang sibuk latihan untuk mengibarkan bendera merah putih esok hari.
Kelompok paskibraka itu esok, dengan gagah berani akan membuat kita tercengang. Selanjutnya anak anak di beberapa sudut kota akan berlomba, lomba?
Yah, panjat pinang, makan kerupuk, lari karung, membawa kelereng di sendok, dan hias sepeda. Beberapa hari ke depan televisi kita akan dipenuhi dengan berita "Lomba".
Lagi lagi, apakah ini pengalihan isue? Setelah bendera dikibarkan, proklamasi diteriakkan dan pembukaan undang undang dasar 1945 dibacakan, selanjutnya apa?
Apakah cara terbaik merayakan Ulang Tahun negara kita? Saling berlomba? Menang, panjat pinang paling banter berhadiah sepeda atau pemanas nasi.
Proklamasi dibacakan lagi, setelahnya? Naskah itu akan kembali tersimpan dan akan dibaca kembali tahun depan.
Mungkin bisa lebih cepat jika ada anak anak SD atau SMP yang dimintai gurunya menghafal proklamasi.
Apa kabar dengan bendera? Setelah dikibarkan, ibu ibu akan mencucinya dan melipatnya ke dalam lemari, akan digunakan lagi untuk hari kemerdekaan tahun depan.
Katanya sih, dikibarkan untuk menghormati para pahlawan yang berdarah darah demi kemerdekaan kita.
Katanya sih, indonesia tidak akan merdeka jika bukan karena mereka.
Katanya sih, bendera merah putih sangat sakral sampai saat dilipat pun tak boleh menyentuh tanah. Katanya sih, lomba lomba itu untuk mempererat hubungan antar masyarakat.

Pertanyaanku, Apakah cari paling baik merayakan kemerdekaan kita?
Tunggu, Apa benar kita sudah merdeka? Mungkin diantara pembaca ada yang bisa menjawab,
Tapi tunggu, Diantara semua rentetan acara perayaan ulang tahun indonesia, kukatakan tak usah dirayakan. Bendera itu tak usah dikibarkan.
Karena anak muda kita belum mampu menghargai pahlawan yang jaraknya dua jengkal dari mereka.
Bagaimana Mungkin mereka menghargai pahlawan yang bahkan raganya pun tak pernah nampak di mata anak muda bangsa ini?
Yah, jika negara ini belum mampu menghargai guru mereka, sudahlah negara ini benar sedang tidak baik baik saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar