Senin, 16 Januari 2017

Apa yang hadir setelah hujan?

Beberapa hari ini hujan menyita perhatianku, musim penghujan tahun ini berbeda. Dia lebih menarik perhatianku dari pada musim-musim sebelumnya. Dia membuatku lebih sering menari di bawahnya. Menengadah membiarkan rintiknya menyapu wajah.

Kenapa hujan datang rombongan? karena jika sendirian, namanya airmata. Aku tertawa, kau juga ada di sana. Bingung memperhatikan kami yang sibuk menggilai hujan. Pertanyaan itu menghantuiku beberapa hari, "Kenapa hujan datang rombongan?"

Dan, hari ini.
Pertanyaanku berubah,
Apa yang hadir setelah hujan?

"Kenapa kamu takut menatap mataku?"
Ahh, aku benci pertanyaan yang kaulontarkan. Memang benar aku menghindari segala hal yang ada di balik kacamata itu, benar aku menghindari menatap matamu langsung. Benar, aku takut.
Aku takut menatap matamu.
Tak ingin mendapati diriku di dalam sana,
Dan, tak ingin kau mendapati dirimu di dalam mataku.
Aku tak ingin kita saling menemukan.
Belum, mungkin belum sekarang untuk kita saling menemukan.

Kubilang kau seperti sesuatu yang sangat jahat.
Aku pikir aku akan butuh waktu yang sangat lama untuk sembuh.
Kupikir, aku akan butuh tangis yang lebih banyak untuk berdiri.
Kupikir, aku akan butuh lebih banyak tangan untuk menarikku.
Aku salah.
Karena kedatanganmu, begitu jahat.

Ini bukan KFC deliveri yang akan datang tiga puluh menit sejak aku memesan via telepon selular. Bukan. Bahkan jika ingin diibaratkan, aku tak ingin diketuk siapa pun. Tak ingin dihadiri oleh siapa pun. Sungguh.
Tapi, Dia akan datang.
Kau bilang itu. Dan, yah, ternyata dia adalah kamu.
Kamu yang akan datang.
Kamu yang telah datang.
Kamu yang telah memilih untuk tinggal, sekarang.

Aku sembuh tanpa melakukan apapun.
Kau yang melakukannya.
Yah, kau penawar atas segala luka yang tertohok di dadaku.
Kau penawar atas segalanya.
Tetaplah tinggal, aku ingin memeluk dan menggenggam tanganmu lebih lama.
Aku ingin kita menjadi sebuah keabadian.
Aku ingin kau selalu menjagaku.
Ahhhh, aku bahkan tak percaya Tuhan menghadirkanmu.


Terima kasih telah datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar